Selasa, 28 Oktober 2014

Kalimat Motivasi at Drakor "Emergency Couple"

(Sumber updateinformasi.com/3535-5-drama-korea-baru-yang-wajib-anda-tonton.html)


Sebenarnya Drama ini sudah tayang sejak bulan Januari 2014 kemarin, tapi aku baru nonton karena punya hiburan baru (punya Baby) and baru pulang dari pedalaman, hehaey..so gak update. Berikut keterangannya dramanya ya...

Judul                      : Eunggeubnamnyeo
Judul lain                : Emergency Boy and Girl/ Emergency Couple/Emergency Man and Woman
Genre                     : Romance and comedy
Stasiun TV             : TvN
Jumlah episode       : 20 episode
Tim Produksi         : Kim Chu Kyu (sutradara), Choi Yoon Jung (penulis naskah drama)
Pemain                  : Song Ji Hyo (Oh Jin Hee), Choi Jin Hyuk (Oh Chang Min), Lee Pil Mo (Gook Cheon Soo), Choe Yeo Jin (Shim Ji Hye), Clara (Han A Reum), Park Jun Keum (Ibu Chang Min), Kwon Min (Kim Min Ki), Yoon Jong Hoon (Im Yong Kyu).

(Sumber keterangan kisahromance.blogspot.com)

"Emergency Couple" adalah serial drama yang menceritakan tentang sepasang suami istri yang menikah ketika masih menempuh kuliah Kedokteran, dimana Oh Chang Min Jurusan Kedokteran dan Oh Jin Hee Jurusan Ahli Gizi. namun karena belum matang dan sifatnya saling berlawanan, maka terjadilah perceraian.

Pertemuan mereka berdua sebelum menikah adalah ketika Oh Jin Hee tidak sengaja menabrak Oh Chang Min, latar belakang mereka bertolak sekali. Oh Jin Hee yang menjadi tulang punggung keluarga yang miskin, ibu yang suka mabuk dan adik peremuan satu-satunya yang pergi meninggalkan rumah kemudian hamil. Oh Chang Min sebagai anak tunggal dari keluarga kaya yang semuanya adalah Dokter. kemudian mereka menikah meskipun ibu dari pihak laki-laki menentangnya.

Changmin berhenti kuliah dan  menjadi sales obat, permasalahan ekonomi akhirnya menjadi masalah utama perceraian mereka, ditambah Jin Hee yang mengalami sakit Jantung dan tidak pernah benar dalam pekerjaan rumahtangganya.

6 tahun kemudian keduanya dipertemukan sebagai dokter magang di Rumah Sakit yang sama dan sama-sama di ruang Emergency di bawah pimpinan dr. Gook Chun Soo yang terkenal padai namun bersifat tempramen buruk.

Ketika bekerja, Jin Hee dan Chang Min selalu bersitegang bahkan Chang Min berencana untuk mengeluarkan Jin Hee dari Praktek magang, namun sauatu hari Chang Min hampir tak bernyawa akibat kekhilafan Jin Hee namun Jin Hee berusaha menyelamatkan dengan sekuat tenaga, sehingga lama kelamaan Chang Min tersadar atas keegoisan masa lalu dan ingin berusaha memperbaikinya serta memulai lembaran baru dengan Jin Hee. Selain itu, kedekatan dr Gook dengan Jin Hee semakin membakar api cemburu bagi Chang Min.

Ibu Chang Min akhirnya menyetujui hubungan mereka kembali ketika suaminya sekarat dan yang berusaha menolong adalah  Oh Jin Hee. ternyata sosok yang memotivasi Jin Hee untuk berubah haluan menjadi dokter adalah ayah mertuanya sendiri, beliau mengatakan kepada Oh Jin Hee :

"Kau hanya jatuh skali dalam hidup, kau hanya tergores pada lututmu, jadi jangan melebih-lebihkan terlalu banyak, hidup ini panjang jika kamu menjalaninya, bahkan pria 70 tahunan belajar alfabet Korea dan melewati GED di usianya sekarang."

"Saat kau melakukan yang terbaik, beberapa titik akan bertaburan. sesuuatu yang tampak seperti titik tidak bermakna, berkumpul bersama untuk menjadi bintang. Kita haya punya titik sendiri dan bintang sendiri."

Mengapa ayah Chang Min berkata demikian? Karena saat itu Jin Hee bukan lagi dalam usia muda tapi sudah hampir 30 tahun, memulai semuanya dari awal, belajar dan bekerja keras dalam menempuh Pendidikan Dokter, cacian dan hinaan di tempat magang, tak lupa masalah keluarganya yang super rumit, tapi tak menyurutkan langkahnya untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa semua itu mungkin jika kita memperjuangkanyya, bahwa tidak hanya keluarga dokter yang memiliki peluang sukses, diapun bisa.

Masalah dilematis antara dr. Gook dengan Oh Chang Min juga berakhir dengan keikhlasan dr. Gook untuk meyerahkan Jin Hee kepada Chang Min kembali karena mereka berdua memang masih saling mencintai. Ini kalimat yang diambil dari sebuah buku yang dipinjam Jin Hee dari dr. Gook yang semakin memantabkan Jin Hee untuk kembali ke dalam pelukan Chang Min:

"Tidak ada jawaban yang benar dalam hidup ini, tidak ada yang tahu jika mereka akan senang menikah dengan seseorang, jangan mencari jawaban. jawaban yang benar dan salah saling berdampingan dalam setiap keputusan. orang bijak membuat pilihan dan jawaban yang benar, orang bodoh menyesali keputusan dan membuat keputusan yang salah. tidak ada jawaban yang benar dalam hidup, hanya ada proses untuk membuat jawaban yang benar."

Sekian dulu semoga bermanfaat ya untuk menginspirasi kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik dan bermanfaat ^_^

Referensi: kisahromance.blogspot.in/2014/02/sinopsis-drama-korea-terbaru-emergency-couple.html?m=1

Minggu, 26 Oktober 2014

Tips Inspirasi by Dian Sastrowardoyo



www.sarahsechannet
                                                                                      Siapa yang tidak mengenal artis cantik Dian Sastrowardoyo, aku ngefans banget sejak dia maen di AADC (Ada Apa dengan Cinta) meskipun film pertamanya berjudul "Bintang Jatuh", karena selain cantik dia juga cerdas, istilahnya cantik luar dalam deh. lha pas banget program "SarahSechan" menayagkan wawancara eksklusif dengan mamanya Syailendra Tratum ini tanggal 11 Oktober 2014 kemaren.
Kesibukannya saat ini adalah mengurus suami, kedua anaknya namun baru saja lulus bergelar Magister Managemen spesialis Finance UI bergelar cumlaude. tidak heran memang dengan prestasinya, karena menurut Dian saat diwawancari Sarah bahwa ibu-ibu masa kini harus memperbanyak knowledge dan wanita cantik ini lebih suka kuliah saat S2 daripada S1 Filsafat dulu yang sering terpotong cuti main film.

Tips dari perempuan yang mudah haus ini kepada ibu-ibu yang ingin berkarir dan melanjutkan kuliahnya adalah:
  1. Don't think about it but do it (Gak usa pikirin tugas, tapi kerjakan).  selesaikan tugas domestik dan publik dengan seimbang jangan sampai ada yang terbengkalai.
  2. Rela mengorbankan waktu tidurnya selama pendidikan. pagi hari tetap menyiapkan sarapan keluarga, kemudian kuliah, siang tidur sebentar atau menyicil tugas, sore hari bersama anak dan suami sampai malam, setelah semua tidur waktunya ME TIME mengerjakan tugas sampai jam 04.00 pagi, kemudian tidur dan jam 06.00 bangn lagi, tiap hari. WoW
  3. Siap jadi robot aja deh pokoknya tapi jangan lupa banyak minum air putih dan mutivitamin.
Semua pasti mengira kalau Dian itu perempuan manja yang terlahir dari keluarga kaya, tapi ternyata tidak! ternyata waktu kecil Dian sudah mandiri berangkat sekolah naik mikrolet 2x, pernah dipalak orang, dan harus mempunyai "Goal Seting" sejak usia 9 tahun untuk masa depan 10 tahun kemudian. bahkan kebiasaan ini ditularkan kepada anaknya untuk mandiri dan menunjukkan bahwa hidup itu pahit dan banyak yang tidak sesuai dengan kemauan kita, wah anak usia 3 tahun sudah diajari, syip.

Mamanya menegaskan: Dian, kita bukan orang kaya jadi mama pengen kamu pintar melebihi mama. kamu harus bersaing dengan anak pinter dari Daerah lain untuk mrndapatkan pekerjaan, karena pada zaman kamu nanti akan lebih sulit daripada sekarang.

Pada saat itu Dian berfikir apa yang bisa dilakukan anak usia 19 tahun untuk memperoleh uang banyak untuk mandiri dalam hal finansial? dia berkaca pada Tracy Trinita yang menjadi model dan berkesimpulan Model pasti uangnya banyak, kemudian searching lagi  model terkenal dari sampul majalah Gadis, kemudian dia meneliti tentang pemenang gadis sampul, ternyata mereka semua berkarakter.

Apa yang dilakukan Dian Sastro supaya menjadi berkarakter dan full paket di usia 14 tahun? dia mengikuti pencak silat, pidato bahasa inggris, kerja 2x lipat dari orang lain yang lebih pintar, dll. hmmm..

Saat ada pertanyaan melalui twitter tentang bagaimana seharusnya ibu-ibu masa kini? Wanita penggemar Natalie Portman ini menjelaskan : "Ibu-ibu masa kini saya rasa lebih banyak acara dan ambisi, jadi sediakan quality time dan waktu atau hari khusus untuk keluarga no gadget and no Hp, you must have priority". Good *_*

Teryata rahasia besar dari Mamanya Dian Sastro (mama Rina) supaya anaknya sukses adalah: membiasakan anak untuk membaca sejak usia dini, bayangkan saja usia 9 tahun bacaannya "Seven Habit Highly Effective for Teen"  kemudian membuat laporan dalam bahasa Inggris dan Indonesia serta diceritakan kembali, dan kegiatan itu terjadi setiap bulan dengan bacaan sastra karya Chairul Anwar, dll yang berat-berat lho,, gak kuat deh daku..

Banyak inspirasi yang bisa kuambil dari semua yang dilakukan perempuan yang dinobatkan sebagai Brand "Molto Aroma Terapy" ini terutama bagi penulis dan wanita yang ingin berkarir: "If you want to be the best writer, you must read more", berkarir boleh asalkan tetap memiliki prioritas, konsultasi dengan keluarga, tidak egois, dan keluarga mendukung.

Terimakasih telah membaca uraian di atas, semoga bermanfaat ya...^_^

   

Sabtu, 25 Oktober 2014

Daluman-Herbal yang mulai terlupakan


Daluman di Halaman Rumah



Musim panas begini emang paling seger ya minum es, apapun itu mau es teh, es teler, es buah, jus, bisa juga es batu, hehey, dll. Bali panas banget atau semua rata ya panasnya? yang jelas status-status yang beredar di dunia maya dan sosmed itu bukan status nikah (eits emang bukan musim nikah hehe) tapi status kepanasan akibat Global Warming .

Daluman? What ? Jujur aku baru faham nama tanaman ini semenjak tinggal di Negara, Bali dan ternyata ada di halaman rumah mertuaku. Menurutku nama tanaman itu cincau hijau karena waktu kuliah di Malang, es cincau itu termasuk minuman favoritku di siang hari. setelah berdebat tentang nama tanaman pada gambar di atas, akhirnya kutemukan artikelnya.

Daluman (Cylea barbata myres) nama lainnya adalah cincau (camcau, juju, dan kepleng) dan sudah terkenal di Bali sejak zaman Jepang. Tanaman ini tumbuh merambat dengan diameter batang yang kecil, panjang atau tingginya bisa mencapai belasan meter, kulit batangnya kasap, dan daunnya berbentuk perisai, warna daunnya hijau pucat dengan permukaan agak berbulu, tapi ada juga yang permukaannya mengkilap.

Proses pembuatannya gampang banget lho: daun daluman dicuci bersih kemudian derams-remas hingga berair atau berbusa kental, kemudian disaring dan dipadatkan. jangan lupa untuk memeras santan dan dicampuri daun pandan, kemudian gula merah dicairkan dengan cara dipanaskan. tinggal penyajiannya sesuai selera plus ditambah es batu malah mantab banget.

Sejujurnya ini pengalamanku mengolah es sendiri, ternya lebih puas daripada membeli ya. Namun seiring perkembangann zaman yang semakin instan, herbal daluman mulai tersisihkan berganti dengan minuman-minuman dingin yang banyak tersedia di toko-toko terdekat. Padahal, jika kita analisis kandungan pengawet dari  minuman cepat saji lebih menakutkan terhadap tubuh terutama yang mengandung pewarna buatan daripada herbal daluman ini.

Mari kita kembali ke herbal alami nan menyegarkan, jika kita masih sayang terhadap tubuh kita,  yang penasaran monggo mampir ke rumah nanti kubuatin deg, insyAllah *_*

Referensi: www.infokulinerbali.com/2013/02/es-daluman-si-cincau-hijau-kuliner-khas.html?m=1

Rabu, 22 Oktober 2014

My little Daughter


Siapapun wanita di dunia ini pasti senang memiiki anak, apalagi ketika mengikuti perkembangan sang buah hati setiap harinya, lucu-lucunya dech *_*. Hari Sabtu, 07 Juni 2014 adalah saat menegangkan dan menggembirakan bagiku karena saat itu perjuangan mulia telah dimulai.

Meskipun melalui proses operasi caesar namun rasanya SubhanAllah juga beratnya perjuangan. alasan mengapa harus operasi adalah karena bayi dalam kandunganku berukuran besar (3,9 kg) padahal masih 38 week, tinggi badan semampai (semeter tak sampai), eh nyampe ding 148 cm, dan saat itu janin belum menemukan atau belum berada di jalan lahir.

Awalnya kami menginginkan terlahir normal seperti harapan orangtua pada umumnya, namun demi keselamatan keduanya kami mengikuti saran dokter, karena bagaimanapun caranya kami sangat menantikan dan bahagia akan kehadirannya. semua proses kami pasrahkan kepada Allah dan tak terasa tetesan air mata haru mengalir teringat perjuangan para ibu, maafpun dan materi di dunia tak mampu menggantikan keikhlasannya.

Bahagia tak terbendung karena sang buah hati telah terlahir di dunia dengan selamat dan sehat, bayinya besar dengan pipi tembem seperti bakpau, kulitnya putih, mulutnya mungil, benar-benar bersih tak ternoda, SubhanAllah atas kuasaNYA anak kami terlahir.

Anakku,  mama dan ayah memang bukan pujangga yang pandai merangkai kata, namun ada satu lagu yang mewakili rasa sayang kami, ini untukmu nanda "Faiza Saintya Assakinah", tumbuhlah cerdas dan Sholehah atas Ridha Allah. We Love U :-* . Doa kami juga agar selalu bisa menemani pertumbuhanmu hingga engkau berumahtangga kelak, Amin Ya Rabb

My Little Girl
By: Maher Zain feat Aya Zain


You are a miracle
You are a blessing from above
You brought joy to my soul
and pleasure to my eyes
In my heart i can feel it
an unexplainable feeling
Being a mother
The best thing that I could ever ask for

Pre-Chorus:
Just thinking of you make me smile
Holding you looking in your eyes
I'm so grateful for having you
and everyday I pray
I pray that you'll find your way

Chorus:
You know I love you, I love you
My little girl, my little girl
I ask God to bless you, and protect you always
 My little girl, my little girl

You're like a shining star
So beautiful you are
My baby girl
you light up my world
I pray that I'll get the chance
to be around and watch you grow
and witness your first step
and the first time when you will call me "Mom"

Pre chorus

Chorus

I could spend hours watching you
You're so innocent, so wonderful and pure
O God I can not express my Gratittude!
But, I'll raise her good, cause all I want is to please you
And now I pray  You'll guide her steps forever

Chorus (www.kapanlagi.com-lirik lagu maher zain-my little girl)

Nilai Juang Bayu Santoso-Pemenang Designer Album Maroon5



Bayu Santoso-Sang Designer
 (Sumber Gambar, Republika.co.id) Lagi-lagi prestasi anak bangsa yang tidak disangka-sangka hingga mencapai kancah internasional. Bayu Santoso, Mahasiswa semester 3 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jurusan Desain Komunikasi Visual berhasil memenangkan lomba design cover album artis terkenal "Maroon5" yang diadakan langsung melalui website managemen group tersebut. Bayo Gale (Nama akun twitter) berhasil meraih Art Work favorit mengalahkan pesaingnya dari seluruh dunia.

Siapa yang tidak mengenal kelompok band asal California Maroon5, lagu yang paling saya suka saat itu adalah "This Love"   benar-benar enak banget didengar. Baru-baru ini merilis album terbarunya yang berjudul "V". Bayu tertarik untuk mengikuti lomba tersebut dan tidak menyangka akan memenangannya.

"Congratulations to Bayo Gale on the winning artwork on our creative Alliens contest to design alternative cover for V", tulis Managemen Maroon 5 dalam situsnya.

Pria 20 tahun kelahiran Sleman, Yogyakarta ini memang sering mengikuti lomba desain grafis. Pada tanggal 14 Juli 2014 kemarin juga menjuarai kontes yang diselenggarakan oleh musisi AS, Billy Joel. Bayu menggambar sosok Billy dan istana Kremlin dengan warna hitam, merah, dan krem. sedangkan dalam kompetisi Maroon5 dia menggambar Harimau dengan didominasi warna putih dipadu abu-abu dan cokelat karena mengandalkan lagu "Animals" dalam album barunya tersebut.

Siapa sangka Putra bungsu dari 5 bersaudara tersebut pernah mengalami masa sulit ketika SMA? Ketika sekolah, dia harus menggembala kambing, orangtuanya pernah menjual seluruh kambing untuk membiayai ayahnya yang sedang sakit (sekarang almarum) dan demi membiayai kebutuhan sekolah kelima anak mereka. Ayahnya mengajarkan anak-anaknya untuk mengerti susahnya hidup, tanggung jawab, nggak perlu malu sama orang.

Ternyata rahasia sukses dari pria yang suka menggambar sejak kecil ini adalah "Kesempatan jangan ditutup, yang penting mencoba dulu, karena kita tidak tahu akan menang atau kalah". Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Hal yang bisa dipetik dari kisah Bayu Santoso adalah:
  1. Kesuksesan itu proses, dan dimulai dari nol. siapa yang berhasil melewati hambatan dan rintangan  hidup, maka perjuangan itu tidak akan sia-sia.
  2. Kesempatan tidak datang 2x, apapun itu baik perlombaan, jodoh, karir, dan lain-lain. maka mari kita manfaatkan sebaik-baiknya, hasilnya kita pasrahkan pada Allah SWT.
  3. Nasehat orangtua. Tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya gagal dalam hidup, selalu ada nasehat kesuksesan yang akan kita pegang selama bertingkah laku, dan yakinlah apa yang mereka petuahkan pasti bermanfaat bagi perjalanan anak menuju kesuksesan. 

Referensi: Http://www.detiknews.com. Juara-contes-cover-album-maroon-5

Senin, 20 Oktober 2014

Balon Plastik Impian Kita


Para Peniup Mimpi



Permainan saat ini semakin canggih seiring bebasnya teknologi dunia, bahkan bukan hal yang tabu jika balita saja sudah bisa main Hand phone atau tablet, anak TK sudah canggih berkomunikasi melalui internet dan hanyut dalam dunia maya. Fakta tersebut mengembalikan saya ke dalam memory saat masih usia anak-anak, betapa mengasyikkan berpetualang di tengah sawah sambil mencari tebu atau mencari tanah liat untuk membuat mainan, menjaring ikan di kali, bermain rumah-rumahan dari tanah, lompat tali, bola bekel, congklak, dan lain-lain.


Permainan-permainan tradisional mulai jarang terlihat bahkan telah tenggelam oleh zaman, bukan karena anak-anak tidak suka, namun mediapun sudah mulai berkurang seiring maraknya pembangunan gedung-gedung metropolitan.

Permainan berbasis teknologi canggih memang hanya bisa dinikmati sebagian besar anak yang berkantong tebal. Kemudian, bagaimana dengan anak-anak yang hanya mengandalkan alam dan mainan dengan harga yang minim? Perlu memutar otak untuk membuat mainan yang menyenangkan tanpa mengeluarkan biaya yang mahal.

 “Kreativitas muncul dalam keterbatasan”, sebuah pepatah lama yang tak asing lagi untuk didengar. Sebuah jargon penyemangat bagi setiap orang yang saat ini berada dalam keadaan paling terjepit dan dirasa sulit melakukan suatu gebrakan.

Salah satu hal yang unik menurut saya ketika menjadi pendidik di daerah Papua Barat adalah kreativitas para siswa untuk menciptakan mainan baru dengan bahan yang murah meriah meskipun kurang ramah lingkungan, yaitu plastik. Bagaimana cara meniup plastik yang kecil menjadi balon berukuran besar seperti yang terlihat pada gambar di atas? Ternyata ada tekniknya lho! Perlu kesabaran dan keuletan dalam prosesnya, tidak jarang bagi yang baru belajar bisa menghabiskan berlembar-lembar plastik, termasuk saya hehe. Kelihatannya mudah, hanya meniup sebentar, kemudian menarik ujung kanan dan kiri plastik tersebut, kemudian meniup lagi sampai ukuran maksimal, tapi ketika dicoba super sekali perlu pernafasan yang panjang.

Berdasarkan cerita di atas, saya hanya ingin menyampaikan dan menganalogikan berbagai hal, yaitu:
  1. Meskipun mampu membeli balon warna-warni, tapi mereka lebih suka meniup plastik, baik anak-anak        sampai dewasa. Ternyata kreativitas bisa muncul dari beda-benda yang sederhana.
  2. Apapapun yang ingin kita capai, jika kita serius dan ulet pasti bisa terwujud.
  3. Sukses itu perlu  pengorbanan dan kesabaran, maka mimpi yang terkumpul dalam balon itu akan menjadi utuh dan tidak pecah.
  4. Saya, kamu, dia, dan mereka menginginkan semua berjalan sesuai rencana dan keinginan, namun terkadang lupa akan takdir rencanaNYA, sehingga mimpi dalam balon kita harus siap pecah dan tidak terwujud (tawakal).

Jumat, 17 Oktober 2014

Duo Boy Penemu Celana Dalam Anti Pelecehan Seksual


Aryo Seno Bagaskoro dan Ramadhan Putra Himawan bersama Celana Dalam Anti Pelecehan



(Sumber gambar detikNews.com)

Saat sebagian masyarakat heboh dengan megahnya acara perikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, mata saya tertuju pada channel TV Swasta lain yang menayangkan tentang 2 siswa SMP berprestasi dan 1 siswa SMA berprestasi, karena membahas hal yang berbeda.

Saya tertarik dengan penemuan alat dari 2 siswa kelas 9 SMPN 6 Surabaya (Aryo Seno Bagaskoro dan Ramadhan Putra Himawan ), yaitu "Celana Dalam Anti Pelecehan Seksual". Kita ketahui bersama beberapa tahun ini kekerasan terhadap anak kecil semakin banyak terutama pelecehan seksual anak di bawah umur yang terjadi di sekolah maupun di rumah.

Berdasarkan data KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), dari tahun 2010 hingga tahun 2014 tercatat sebanyak 21.869.797 kasus pelanggaran hak anak, yang tersebar di 34 provinsi, dan 179 kabupatan dan kota. Sebesar 42-58% dari pelanggaran hak anak itu, katanya, merupakan kejahatan seksual terhadap anak. Selebihnya adalah kasus kekerasan fisik, dan penelantaran anak. Setiap tahun kasus tersebut mengalami peningkatan yang signifikan meskipun Komisi Nasional Perlindungan Anak telah meluncurkan Gerakan Melawan Kekejaman Terhadap Anak. Permasalahan tersebut sangat meresahkan masyarakat, terutama orangtua yang memiliki anak usia dini. mereka selalu was-was ketika anak mereka berada jauh dalam jangkauannya.

Hal ini menggerakkan hati 2 siswa SMPN 6 tersebut untuk memberikan solusi proteksi terhadap anak-anak kecil yang belum mampu menjaga diri di luar rumah berupa  kotak kecil berisi rangkaian elektronik alarm yang dipasangkan pada celana dalam anak laki-laki khususnya. Alat tersebut akan berbunyi ketika peaku kejahatan akan melepas celana dalam korban, karena saklar otomatisnya adalah kulit pemakainya.  

Mengapa khusus laki-laki? Karena mereka (Aryo dan Ramadhan) mengetahui bentuk dan anatomi dari alat kelamin laki-laki. Ketika hadir dalam acara "Hitam Putih", ketika Dedy Corbuzer menanyakan apakah bisa digunakan oleh perempuan? mereka menjawab alat tersebut pernah diuji cobakan pada celana dalam perempuan dan berfungsi, akan tetapi  belum berani menguji secara langsung ke manusia (17/10/14).

Menariknya, alat tersebut bukanlah kata-kata jargon ataupun nasehat anti kekerasan seksual, namun lebih kepada praktek nyata. Alat tersebut saat ini telah proses untuk menjadi paten dan akan dikembangkan lagi bagaimana alat tersebut dapat terhubung melalui Gadget dan handphone orangtua, semoga berhasil dan saya pribadi bangga terhadap kreativitas yang dilakukan anak muda saat ini.


Rabu, 15 Oktober 2014

Steak Rusa Mine

Steak  Rusa  Mine


Jangan lihat penampilannya ya..hehe, meskipun jauh dibandingkan sama Master Chef tapi bagi suami menu di atas rasanya tak terkalahkan lho karena penilaian secara kreatifitas dan dibuat dengan rasa cinta menjadi nilai plus dech (narsis selalu *_*).

Setelah menikah, aku mengikuti suamiku yang berdomisili di Aranday-Papua Barat. Di sana termasuk pesisir agak pedalaman, sehingga tidak semudah di Jawa untuk mendapatkan daging dan sayuran apalagi warung lesehan ala resto, dkk. Saya tertantang untuk mencoba masakan yang biasa langsung dinikmati ketika di Jawa dan di sini tidak ada, yaitu Steak Daging. di Pedalaman jelas daging sapi tidak ada, karena sulitnya distribusi dan mahal harganya tentunya.

Tak ada rotan akarpun jadi, karena di sini hanya ada daging rusa yang murah meriah jadi bahan utamanya dari daging rusa juga. Ya, hikmahnya tinggal disini hewan Rusa mudah didapat dengan cara berburu, bahkan suka bertamu ke rumah-rumah, jadi ndak perlu ke Kebun Binatang dech

Awalnya saya mencari menu  steak rusa , saya googling tapi tidak menemukan, sehingga untuk mempermudah teman-teman khususnya daerah Indonesia Bagian Timur, saya ingin berbagi resep, semoga bermanfaat ^_^

Bahan:
  • 500 gram daging rusa diambil bagian daging merah, bersihkan lemak-lemaknya terlebih dahulu, kemudian cuci bersih.
  • Mentega
  • Sayuran pelengkap: kentang, kacang pnjang, bayam, wortel, dll. (sesuai selera)
Bumbu ungkep:
  • 3 siung bawang putih geprek.
  • 1 sendok teh lada bubuk.
  • 5 sendok madu (sesuai selera).
  • 3 sendok pasta tomat (sesuai selera).
  • Garam secukupnya.
Cara membuat:
  • Campur menjadi satu semua bumbu ungkep, aduk dan cicipi.
  • Daging rusa yang sudah bersih, diiris dengan ketebalan sesuai selera, kemudian rendam selama 1 jam dalam bumbu ungkep.
  • Panaskan mentega.
  • Goreng daging hingga berwarna kecokelatan, angkat, dan tiriskan.  
Bahan Saus:
  • 3 siung bawang putih, geprek.
  • 2 sendok terigu atau maizena.
  • 1/2 sendok teh lada bubuk.
  • 2 sendok kecap.
  • Garam secukupnya.
  • 1 sendok pasta tomat.
  • 200 ml air.
  • 1 sendok Mentega
Cara membuat saus steak:
  • Panaskan mentega.
  • Tumis bawang putih sampai harum.
  • Msukkan lada bubuk, garam, pasta tomat, dan kecap.
  • Aduk dan masukkan air ke dalam wajan.
  • Masukkan terigu, aduk hingga mengental.
Plating:
Setelah semua siap tinggal menata di atas piring sesuai selera, sarunnya bisa direbus atau dikukus, namun supaya kandungan gizi tidak hilang lebih baik dikukus. Selamat menikmati steak Rusa Mine (Stik Rusa Milikku), :-) bersama keluarga tercinta.

Gak perlu harus Mawar (Makan Warung), jika Higienis tersedia di dapur kita, terimakasih buat yang sudah baca dan semoga bermanfaat, Amin

Senin, 13 Oktober 2014

Malala Peraih Nobel Termuda




Malala Yousafzai Saat Melambaikan Tangan
 
(Sumber gambar theguardian.com). Sejak dulu di berbagai Negara terutama Negara Berkembang, perempuan seringkali dianggap lemah dan didiskriminasikan dalam beberapa hal terutama dalam bidang Pendidikan. Perempuan itu tidak perlu sekolah lha ujung-ujungnya tetap di rumah mengurus keluarga.

Di Indonesia ,setelah muncunya R.A. Kartini dan Dewi Sartika sebagai pahlawan pejuang hak Perempuan telah merubah paradigma Negara terhadap perempuan di bidang pendidikan, bahkan tercantum dalam UUD'45 "Negara menjamin pendidikan anak-anak" dan Negeri kita pernah dipimpin oleh Presiden Wanita.

Faktanya, saat ini masih ada Negara yang membatasi anak-anak muda khususnya perempuan dalam memperoleh pendidikan yang layak bahkan seorang anak muda hampir meregang nyawa tertembak demi nama "Freedom of education" sehingga layak untuk mendapatkan Nobel Perdamaian di usia mudanya (17 Tahun). Wow, adakah anak muda zaman sekarang yang berani?...

Ya, Malila Yousafzai namanya, peraih Nobel Perdamaian Tahun 2014 dan termuda yang ditetapkan oleh Komite Norwegia Hari Jum'at, 10 Oktober kemarin. Seorang gadis yang terselamatkan dari maut karena kepalanya tertembak oleh militan Taliban Tahun 2012 lalu demi memperjuangkan hak-hak anak muda untuk memperoleh penidikan dan menunjukkan bahwa anak-anak bisa berkontribusi terhadap situasi mereka sendiri.

Pendidikan itu penting, entah perempuan akan berkarir atau tidak, karena perempuanlah (ibu) sebagai induk pendidikan bagi anak terutama pendidikan budi pekerti dan agama. Jika yang muda bersemangat, kita ibu-ibu juga harus lebih semangat pastinya ...Hatcha!

Minggu, 12 Oktober 2014

Rayuan Pulau Kelapa Rusia Vers

Berat banget dilihat dari judul di atas ya? tapi tidak seberat mengangkat beras sepuluh karung koq hehe ...just kidding

Berawal dari menyaksikan acara Indonesia Mencari Bakat 2014 yang diselenggarakan salah satu TV swasta, biasanya saya kurang begitu mengikuti dan biasa-biasa saja terhadap acara tersebut, namun mata ini terpana oleh penampilan si ganteng "Rega Dauna" sosok 17 tahun yang menawan dengan jargonnya "Hidup Jomblo" haha dasar anak sekarang ya....eits bukan Rega yang akan saya bahas di sini tapi tamu istimewa yang hadir pada Hari Sabtu, 11 Oktober 2014 kemarin (late post), yaitu Duta besar RI untuk Rusia  dan sekretarisnya (Lisa asli Rusia).

Mereka diberi kesempatan untuk megomentari para peserta dan ternyata Miss Lisa fasih menggunakan Bahasa Indonesia, bahkan sangat pandai menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa versi Latinnya (Kita wajib hafal versi Indonesianya lho?). Bangga sekali ternyata lagu kebanggaan Indonesia telah dikenal turun temurun sejak tahun 1960-an di Rusia-Moskow, tidak hanya supir taxi saja tapi kalangan akademisi di Rusia juga mengenal lagu ini.

Lagu karya Ismail Marzuki ini baru saya sadari dan maknai isinya begitu mendalam sebagai kearifan Nasional sebagai identitas Negara kita dan sangat ear catching lho! Kalau Negara Asing hafal liriknya, maka generasi Indonesia juga harus wajib menghafalnya terutama anak-anak dan remaja saat ini yang banyak terpengaruh lagu Asing hingga lupa lagu Kebangsaannya sendiri.


Saya mencoba googling lirik lagunya dalam versi Indonesia dan Latin agar semakin meningkatkan Nasionalisme saya, semoga bermanfaat ya *_*

Rayuan Pulau Kelapa

Ciptaan: Ismail Marzuki


Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Reff:
Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana


Memuja pulau
Nan indah permai
Tanah Airku Indonesia


Latin Vers
Moryami tyoplymi omytaya,
Lesami drevnimi pokrytaya,
Strana rodnaya Indoneziya,
V serdtsakh lyubov' k tebe khranim.

Tebya luchi laskayut zharkiye,
Tebya tsvety odeli yarkiye,
I pal'my stroynyye raskinulis'
Po beregam tvoim.

Pesnya vdal' techyot,
Moryaka vlechyot
V poludyonnyye tvoi kraya.
I krasot polna,
V serdtse ty odna,
Indoneziya - lyubov' moya.
(Dua kali) 

Masih banyak lagu kebangsaan Indonesia yang membanggakan di Negara Asing bahkan telah dirubah sesuai bahasa mereka. Saatnya kita tingkatkan Nasionalisme kita, semoga bermanfaat 


   

















Jumat, 10 Oktober 2014

Albino Painter (Murid Istimewa)

Saya Punya Murid Sang Inspiratif
Ketika saya mennulis tentangmu, tak lupa lagu "Tak Sempurna" yang dinyanyikan "Bondan & F2B" menemani setiap huruf yang akan kutuliskan. Kau seperti senja, malam tanpa bulan, kata orang kau berbeda dan tak sempurna dalam kelemahan dan ketebatasanmu namun kau adalah hal terindah yang pernah saya temukan,,hmmm copast, pesan bu guru keep creativitas ya :-)

Pertama menginjakkan kaki di tanah Papua Barat untuk mendidik murid tingkat dasar, banyak hal baru yang berbeda yang belum pernah saya temukan di kota sebelumnya, salah satunya adalah banyak penderita Albino di sana. kata Albino berasal dari bahasa Yunani albus   yang berarti putihCiri-cirinya adalah : memiliki mata berwarna merah jambu, karena darah yang mengalir tampak di retina mata. mata albino sangat peka terhadap cahaya, jika dalam gelap penglihatannya lebih jelas daripada ketika siang hari. Jadi, cara menyesuaikan diri adalah sering mengedipkan matanya. Rambutnya putih di seluruh tubuhya, bahkan jaringan di dalam tubuh dan syaraf tulang belakang berwarna putih. Kelainan ini bersifat menurun. Fenomena Albino terjadi karena adanya penyimpangan atau mutasi genetik yang disebabkan salah satu atau beberapa faktor (obornews.com).

Tidak ada yang mengharapkan terlahir tidak sempurna dan beda dengan anak-anak pada umumnya, salah satu dampaknya adalah minder, namun Allah telah menciptakan manusia paling sempurna dan dalam bentuk sebaik-baiknya diantara semua makhluknya (QS Attiin Ayat 4). 

Foto di atas adalah salah satu murid saya yang sekarang sudah kelas VI dan menderita Albino, namanya Mudhir Kaitam. awalnya saya memandang sebelah mata pastinya sebagai guru normal dan awam yang baru masuk pedalaman, karena dia mengalami kesulitan dalam berbagai materi terutama yang berupa membaca dan menulis. namun seiring berjalannya waktu, sebagai guru saya harus berusaha mencari solusi dalam menangani salah satu permasalahan kesulitan belajar mengajar tersebut dan saya menemukan ada hal unik yang dimiliki murid spesial iniyaitu pertama, dia menulis dari bawah ke atas jika mencontoh papan dalam mengerjakan soal. kedua, dia ternyata memiliki bakat menggambar dan memiliki daya imaginatif  yang lumayan bagus hanya perlu mengasahnya kembali. ketiga, dia  bagus jika diberi pertanyaan secara lisan.  

Saya pernah menjanjikan hadiah jika dia berhasil menjuarai perlombaan Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dan akhirnya dia bisa membuktikan meskipun hanya Juara III, tapi saya sangat bangga terhadap usahanya. Beda dalam Kelemahan dan keterbatasan adalah sumber kekuatan dalam mewujudkan potensimu nak, meskipun bu Guru sudah tidak di sana lagi untuk memberikan wejangan, namun bu Guru menantikan Sinarmu dalam kabar gembira suatu saat nanti, karena Senjamu adalah Kesempurnaanmu ^_^

Espesially my student Kampung Sebyar Rejosari-Distrik Tomu-Kab. Teluk Bintuni-Prov. Papua Barat

Good Bye Miss Clumsy

Oleh: Zaqia Nur Fajarini

Perkenalkan namaku Sandra Kirana tapi biasa dipanggil Sakura, terlalu kejepang-kejepangan memang tapi bukan berarti aku berasal dari Negeri Sakura lho, itu adalah julukan turun temurun dari teman-temanku sejak Sekolah Dasar dan herannya sampai sekarang melekat hingga dunia kerjaku. Aku berasal dari sebuah Desa yang masih berseri di Kota Mojokerto.

 Mengapa teman-teman memanggilku Sakura? Pertama, karena aku ngefans banget sama yang namanya Jepang dan segala hal yang berkaitan dengan Negara Asia Timur ini yang selalu membuatku terpukau dan tidak membosankan. Kedua, karena aku cewek tomboy yang suka sekali memakai tas ransel apapun alasannya, sebagus-bagusnya tas cewek yang terbaru, terbagus, dan termahalpun tidak akan mampu menggoyahkan keyakinanku bahwa tas ransel itu lebih nyaman dipakai kemana saja. Aku berperawakan pendek berisi alias gendut, sehingga ketika memakai tas ransel mampu membuat teman-temanku terpingkal melihat performenceku yang seperti kura-kura menggendong cangkang hehe. Awalnya  tersinggung tapi lama kelamaan ya aku anggap sebagai ciri khasku Sakura-Chan.

Julukanku selain Sakura adalah Miss Clumsy dan aku akan menceritakan pengalaman-pengalamanku sebagai Miss Clumsy hingga julukan itu menjadi kekuatanku ketika berkarier. Julukan ini awalnya yang memberikan adalah tanteku dan benar-benar membuatku terbakar saat aku kuliah. Ketika aku bertanya “mengapa tante memberiku julukan tersebut?” Beliau menjawab, “karena dulu tante pernah berkali-kali mengantarkanmu mengikuti perlombaan tilawah dan hafalan, saat itu kamu masih Taman Kanak-kanak. Kamu lupa semua hafalan dan nada tilawah yang sudah dipelajari akhirnya kamu hanya berdiri terpaku lama.”

Ah, aku mengingat peristiwa itu dan bahkan takkan kulupakan meskipun membuatku malu ketika mengingatnya saat ini. Saat itu aku masih TK, ketika seleksi diantara semua teman hanya aku yang mampu menghafalkan dengan  benar dan lancar tapi herannya ketika lomba dimulai semua yang kuhafalkan dengan lancar mendadak hilang, aku hanya berdiri seperti tersetrum diatas panggung menatapi semua penonton, keringat sebesar kedelai keluar dari tubuhku, pokoknya kacau, tapi aku sangat menyesal ketika sudah turun panggung dan hanya bisa menangis.

Pengalaman keduaku adalah saat mengikuti lomba membaca Alquran secara tartil tingkat Kabupaten, aku masih kelas tiga Sekolah Dasar. Aku sudah mempersiapkan jauh-jauh hari dengan cara mendengarkan melalui tape recorder dan belajar dengan Ustadz namun tetap saja ketika aku berada di kotak lomba, aku merasa bibirku tak mampu berucap apalagi peserta-peserta sebelumnya membaca dengan sempurna, aku semakin takut dan minder dengan yang akan kulakukan, aku merasa tidak bisa apa-apa, aku malu. Lagi-lagi aku menyesali semuanya setelah menuruni panggung dan menangis.

Sejak saat itu aku trauma berbicara atau melakukan apapun yang berhubungan dengan panggung maupun berdiri di hadapan khalayak umum. Aku tidak mau mengikuti lomba-lomba yang hanya akan menambah kejelasan ketidakmampuanku. Berbagai pihak seperti orangtua dan guruku senantiasa memberiku semangat dan menenangkan hatiku dengan mengatakan “kamu hanya perlu jam terbang lebih banyak dan latihan lebih baik lagi pasti bisa mengalahkan gugup serta nerveous dalam dirimu.” Tapi tetap aku masih enggan, aku masih jengkel dengan kelemahanku yang selalu kikuk. Aku seperti seekor burung kecil yang tidak berani terbang karena takut jatuh.

Kondisi tersebut bertahan sampai aku remaja, dalam hatiku sebenarnya sosok ambisius, aku iri melihat teman-teman dan kakak kelasku yang berani tampil di depan kelas atau depan umum dengan vocal yang lancar, aku ingin seperti presenter dan artis-artis yang tampil percaya diri di manapun. Sampai akhirnya aku lolos menjadi murid SMA Negeri terbaik di Kota, saat itulah aku ingin ada perubahan dalam diriku dan meyakinkan jika orang lain bisa mengapa aku tidak? Ditambah lagi cerita masa lalu ayahku sebelum menjadi seorang mubaligh, beliau selalu melarikan diri ketika pelajaran ceramah, namun percuma menghindari kelemahan karena tidak akan membuat kita maju, solusinya adalah melawan kelemahan itu sendiri. Akhinya, aku mencoba dan mencari tahu bagaimana caranya menghilangkan penyakit yang menjadi kelemahanku tersebut.

Pertama, yang kulakukan adalah mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dan OSIS di sekolahku, aku mengamati kakak kelasku yang menjadi panitia dalam berbagai kegiatan, mereka percaya diri dan berani dalam mengelola berbagai kegiatan serta  menjadi pembicara. Kedua, mencari teman yang banyak dari berbagai kalangan seperti kakak kelas, teman seangkatan, guru, dan masyarakat, dengan meningkatkan sosialisasi dan berhubungan dengan orang lain semakin membuka wawasan dan memperluas pengetahuan kita tentang hidup yang sebenarnya, karena aku berasal dari SMP yang jauh dari kota ya pastinya jauh beda lingkungannya. Ketiga, niat yang positif untuk hal yang bermanfaat karena dalam sebuah Hadits disebutkan “segala perbuatan kita tergantung niatnya” . keempat, tentunya latihan yang giat dan Istiqamah dengan apa yang telah diniatkan  dan Organisasi adalah wadah untuk belajar mandiri dan percaya diri.

Hasilnya, semenjak aku berkomitmen untuk melawan kelemahan tersebut, aku bisa meminimalisir kelemahanku dengan berdo’a dan minum air putih sebelum tampil di depan umum, itulah awal potensiku muncul. Aku menduduki jabatan-jabatan penting dalam berbagai organisasi di SMA, memiliki berbagai kolega dan prestasi tetap utama.

Berlanjut ketika kuliah aku tertarik dengan dunia penulisan ilmiah yang disertai presentasi mengikuti perlombaan, aku rasa ini tantangan baru untuk meningkatkan kualitas diri. Hal ini didukung karena hukumnya wajib bagi Mahasiswa Baru Jurusan Pendidikan Biologi. Awalnya aku terpaksa ikut-ikutan, namun melihat dampak positif dan manfaat yang terjadi kepada para pendahulu semakin menambah motivasiku untuk berkarya. Aku focus berlatih menulis ilmiah, membuat powerpoint untuk presentasi, dan berlatih menjadi presenter lomba yang komunikatif.
Kegiatan tersebut ternyata mampu merubah kehidupanku dari miss clumsy menjadi good bye miss clumsy, aku mendapatkan nilai terbaik hingga lulus, sering memenangkan dan menjadi finalis lomba penulisan hingga Tingkat Nasional, menjadi nara sumber kegiatan penulisan, kontributor buku antalogi dan artikel media cetak, dan menjadi pendidik anak bangsa. Demikian cerita singkat dariku, semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi seluruh pembaca yang budiman.

 

Saya tidak tahu ini tulisan cerpen atau artikel, yang jelas saya hanya ingin berbagi pengalaman, meskipun kata terserak namun niat tertata, insyaAllah, semoga bermanfaat ^_^

Rasaku telah lalu

Oleh: Zaqia Nur Fajarini

Lama tak terlihat wujudmu, lama tak terdengar suaramu yang penuh dengan tausyiah, lama tak menghirup aroma wangimu, lama tak memperhatikan langkahmu, lamaaaaa sekali. Semakin jauh jarak semakin nampak ketidakberjodohan kita, perasaan tak terungkap ini biarlah terkubur dalam bercampur darah kotor yang tersirkulasi ke seluruh tubuh yang kemudian menjadi darah bersih kembali. 

Hujan gerimis saat ini membuatku menerawang jauh mengingat kembali moment-moment yang mendentumkan hati ini begitu cepat, sosok bayangmu yang telah lama sirna oleh waktu, kini menari-nari indah dan menggoyahkan kekuatan batin. 

Seandainya saja waktu bisa terputar kembali mungkin banyak hal yang bisa diperbaiki, akan banyak waktu untuk memandangmu, mengenalmu, menikmati paras wajahmu yang teduh. Ah, kata seandainya hanya akan memberikan harapan semu yang semakin membenamkan diri pada sebuah khayalan, nasi telah menjadi bubur dan aku sadar jika diri ini hanyalah punuk yang merindukan rembulan bukan rembulan yang akan menemani gelapnya malam untuk menerangkan hatimu yang gundah. 

Berilah sedikit kesempatan agar aku tidak membenci hari Selasa, tidak membenci jalan yang biasa kita lewati, tidak memaki sifat apatismu, dan selalu mengingat kata “proporsional”mu. Ketika membaca cuplikan paragraf dalam Novel “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” karya Tere liye : “Memendam perasaan cinta hanya akan membuat kita terhanyut dalam mimpi yang penuh dengan khayalan untuk selalu menghadirkanmu sebagai pelipur lara dan penyemangat diri, membuat kita tersenyum seolah semua nyata namun realita berkehendak lain, sehingga kita akan lapang dada dan bersyukur tentang apa yang kita dapati”. Aku merasa tersindir namun tepat sekali dengan yang kualami saat ini, apa yang harus kulakukan dengan hatiku? 

 Aku memang bukan wanita secantik Cleopatra, secerdas Ana Althafunnisa’ dan sebaik akhlak Aisyah ra, namun hatiku setulus Raihana pada novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” yang hanya ingin mengabdikan diri untuk melayani suaminya meskipun suaminya tidak pernah mencintainya, tapi aku tidak ingin berakhir seperti Raihana yang meregang nyawa demi cinta, aku ingin akhir yang bahagia “Happy Ending” seperti dalam drama-drama korea kesukaanku atau love story. 

Ingatkah kamu ketika gerimis mendera dan aku harus bersembunyi di bawah jas hujanmu yang berwarna biru, aku malu namun tak kuasa menolak tatapanmu yang mampu mendesirkan setiap detak jantungku. Pesonamu begitu menawan seperti Qais, aku rela menjadi Laila majnun yang tergila-gila terhadap kesempurnaan Qais. Mengertikah kamu aroma wangimu mampu menghipnotis hidungku dan menghentikan hembusan nafasku untuk memasuki benteng hatimu yang sulit sekali ditembus. Bagimu mungkin itu hal yang biasa namun bagiku segala yang kamu lakukan padaku membuat jiwa ini melayang-layang menembus dan melebur ke langit ketujuh sebelum akhirnya aku tersadar dalam lamunanku bahwa semua hanya khayalanku belaka. Ada kenyamanan dalam ucapmu, ada kehangatan dalam auramu, dan ada harapan dalam sikapmu sehingga cukup bagiku untuk berada di atas awan. Aku takut terjatuh dan terjerembab dalam luka dalam, cukuplah dan aku menyerah terhadap rasa ini karena aku punya harga diri sebagai wanita dan aku lebih memilih setia. 

 Rinduku saat ini yang semakin menyendukan jiwa, hati yang retak, dan peri kecil yang ikut merasakan kesedihanku atas sikapmu biarlah menjejal dalam diri, biarlah kurasakan dan kunikmati sendiri tanpa melodi kasih darimu. Whats wrong with me? Sikapmu yang berubah semakin membuatku merasa bagai kambing hitam atas nama “berharap”, tetaplah wajar seperti sedia kala tanpa menjauh, tanpa diam, tetaplah berkata dengan ketenangan dan aku akan menerima dengan keikhlasan. Hingga harapan itu telah pupus, bibir ini tetap enggan untuk menyatakan cinta. Mungkin kamu sudah faham atau pura-pura tidak faham tentang berbagai tingkah dan perubahan kesensitifanku selama ini. 

Bukan salahmu atas keretakan hati ini, tapi akulah wanita tidak tahu diri yang patut menjadi terdakwa atas kelancangan hati yang telah dimiliki. Kesetiaan yang diuji di atas kelemahan rasa, dan “Diam” memang penyelesaian. 

Hari demi hari berlalu tanpa memperdulikan perasaanku yang masih galau bagaimana akhir rasa ini, ah mungkin harus ku kandaskan saja dalam lumpur kesurutan jiwa atau ku hanyutkan ke tengah lautan biar hilang diterjang ombak. Tapi, semudah itukah? Hati bukanlah benda yang bisa dihancurkan secara fisik, namun luka goresnya tak mampu terobati secara medis, hanya balasan dan kepastian rasalah yang bisa menjernihkannya. 

Siapakah muslimah beruntung yang mampu meluluhkan hatimu? Tidakkah sedetikpun namaku singgah dihatimu atau bahkan difikiranmu? Dosakah jika namamu telah mengusik hatiku yang telah dimiliki? Aku begitu penasaran hingga sabarku telah melebur dalam ketentuan jodoh telah memilih pangeran hatiku untuk selamanya. 

Finally, siapapun jodohmu nanti aku berharap kita akan dipertemukan kembali dalam kebahagiaan masing-masing. insyAllah ^_^ (Setiap orang pasti memiliki masa lalu dan biarlah masa lalu menjadi secuil kenangan dalam diri untuk bangkit)

Rabu, 08 Oktober 2014

Selenelion is Wonderfull


fenomena Selenelion di Papua Barat

Hari ini Indonesia disuguhkan dengan fenomena langka, yaitu Gerhana Bulan Total "Berbonus" yang dapat kita lihat dengan mata telanjang. meskipun masing-masing wilayah memiliki keberuntungan untuk menikmatinya, tapi saya bersyukur bisa menyaksikan fenomena tersebut pada saat posisi total.

Beruntung saya mendapatkan dokumentasi dari suami yang saat ini berada di Papua Barat, karena di sana mengalami fase awal hingga akhir gerhana dan matahari telah tenggelam berganti bulan terlebih dahulu daripada wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Barat. gambar tersebut diambil pada saat pukul 19.00 WIT, karena butuh waktu yang gelap supaya pengamatan terlihat jelas.

Saya berada di Indonesia Tengah tepatnya Jembrana-Bali bersyukur bisa menyaksikan gerhana bulan fase total pukul 19.00 WITA, bulan terlihat samar tertutup bayangan bumi, namun tebal menampakkan sinar keabu-abuan hingga terang kembali menyinari bumi. satu yang terlewatkan, saya tidak memperhatikan adanya planet uranus.hmmm

Kita juga bisa menyaksikan fenomena Selenelion, yaitu ketika dua benda langit terpisah 180 derajat dari sudut pandang manusia di bumi. manusia akan melihat satu benda langit terbit dan benda langit lain tenggelam, atau sebaliknya (bulan dan matahari). SubhanaAllah atas KuasaNYA.

Sebagai umat Islam kita wajib bersyukur dengan cara melakukan shalat sunnah (Khusuf), tata caranya shalat 2 rakaat dengan 4 kali rukuk. niat diucapkan dalam hati hanya karena Allah SWT, pada rakaat pertama, setelah rukuk dan i'tidal membaca Al Fatihah lagi kemudian rukuk dan i'tidal kembali, setelah itu sujud seperti biasanya, begitupun rakaat kedua. pada shalat gerhana bulan, bacaan Alfatihah dinyaringkan, sedangkan pada shalat gerhana matahari tidak dinyaringkan. semoga bermanfaat ya



Selasa, 07 Oktober 2014

POWERPOINT vs POWERTEXT (Save our Mouth)


Sebyar Rejosari, 30 Juli 2013


Powerpoint adalah salah satu aplikasi dalam microsoft office komputer atau notebook kita dan semua pasti pernah tahu bagaimana mengoperasikan dan telah mengetahui aplikasinya. Powerpoint berguna untuk memudahkan presentasi suatu materi dan berisi point-point penting sehingga audience mudah untuk menerima informasi. Penyampaian materi tergantung keefektifan penggunaan bahasa dan kreatifitas membuat powerpoint itu sehingga membawa perubahan lebih baik  bagi pendengar dan pembaca. Semakin kreatif dan efektif bahasa yang digunakan pemateri, semakin membangkitkan semangat pendengar, dan sebaliknya semakin powertext pemateri dalam menyampaikan, semakin menjenuhkan pendengar. Kunci sukses seorang pembicara selain pandai mengolah komunikasi visual juga  tergantung powerpoint yang bersifat audio bahkan harus bisa menggabungkan audiovisual, ibarat jargon dan yel yang bisa membius dan membangkitkan motivasi bagi pendengarnya. Powerpoint adalah pemegang kendali suksesnya suatu presentasi menurut saya.

Berawal dari membantu suami merevisi powerpoint untuk presentasi menjadi trainer dalam acara Pesantren Kilat, awalnya malas karena sudah hampir empat tahun aku tidak menggelutinya dan hampir lupa-lupa ingat. “Ini kesempatan supaya ilmunya bermanfaat”, kata suamiku, akhirnya mulailah aku memperbaharui tampilan dan kata-kata dalam powerpoint yang telah dibuat oleh suamiku, kami memang sejak kuliah saling bekerjasama dan berdiskusi sebelum melakukan presentasi, baik presentasi  tugas kuliah maupun lomba
karya tulis ilmiah.

Berbicara tentang powerpoint saya jadi teringat pengalaman pertama di tahun 2007 ketika mengikuti presentasi Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM), lomba ini perdana saya ikuti tanpa pengalaman sedikitpun tentang presentasi dan menulis ilmiah. Ketika tim kami  konsultasi tentang powerpoint yang kami buat, Dosen kami langsung mengatakan “ini powerpoint atau powertext? Mengapa tulisannya kecil-kecil dan kata-katanya berhimitan tidak karuan? Namanya saja powepoint berarti hanya point-point saja yang dicantumkan, selebihnya adalah wawasan dan pemahaman kalian, kalau seperti ini juri akan kesulitan dan tidak peduli dengan apa yang kalian sampaikan, ingat aspek penting dalam lomba karya ilmiah selain ide kretif dan pengembangannya adalah performance dan tampilan powerpoint, ” tuturnya dengan tegas.

Kami akhirnya memahami dan mulai memperbaiki kembali dari awal, kami belajar kepada teman atau kakak tingkat yang sudah banyak pengalaman dibidang karya ilmiah, lama kelamaan kami terbiasa membuat dan semakin mengerti trik-trik membuat powerpoint yang baik. Powerpoint yang baik tidak hanya dilihat dari background yang terlalu ramai dan berwarna-warni, namun kekontrasan bentuk tulisan, ukuran tulisan, costum animation, pemilihan autoshapes yang tepat, data serta gambar pendukung yang tajam juga menjadi aspek penilaian penting dalam presentasi karya ilmiah, setelah itu baru selera juri untuk melakukan penilaian secara subjektif. Mengutip status teman yang telah lama berada di Negeri Sakura “Ganbareba Dekiru (Jika Berusaha Pasti Bisa)”.

Kisah tentang powerpoint di atas dapat kita hubungkan dengan dua hal: pertama,  lidah manusia ketika berucap, hendaklah kita berbicara dengan cara yang baik dan berkata perkataan yang baik dan bermanfaat atau jika sulit maka lebih baik diam, seperti yang tersurat dalm sebuah hadist “Qul Khairan Auw Liyasmud (Berkatalah yang baik atau lebih baik diam)”. Lidah itu setajam pedang yang bisa mengiris-iris hati orang lain jiga kita tidak berfikir dulu point atau hal penting apa yang perlu dibicarakan, gurauan yang berlebihan yang biasanya berisi banyak hal tidak penting (powertext) dapat memicu permasalahan sosial juga. Semakin banyak berbicara akan menambah dosa kita apalagi pembicaraan itu tidak bermanfaat, bisa jadi perkataan yang menurut kita baik dan benar tapi menurut orang lain tidak, oleh sebab itu kita harus senantiasa berhati-hati dalam bersosialisasi kepada masyarakat terutama dalam hal berbicara, pemilihan kata yang positif dan tidak menyinggung perasaan. Peribahasa mengatakan “Luka fisik bisa diobati namun luka hati terbawa mati” .

Kedua, powerpoint juga bisa diibaratkan sebuah mantra, jargon penyemangat bagi kita terutama powerpoint berbasis audiovisual. Coba saja ketika kita melihat powerpoint yang penuh dengan tulisan kecil-keci seperti semut yang sedang rapat pasti kita tidak bersemangat dalam beraktivias setelahnya, namun jika powerpoint disisipi gambar dan cuplikan video dengan warna yang kontras pasti memberikan semangat tersendiri. Kata-kata yang tegas, jelas dan lugas dalam bahasa powerpoint akan mensugesti diri kita untuk berfikir, berucap, dan bersikap sesuai dengan rekaman tampilan yang telah dilihat. Marilah kita senantiasa mengingatkan dan memperbaiki diri kita dalam segala hal agar menjadi insan yang shaleh.

Thanks to my husband that give me new inspiration.