Minggu, 28 Desember 2014

Bongkot, Sambal Aromatic Penggugah Selera Aneka Nutrisi

Sambal Bongkot (bp.blogspot.com)
Hari ini, 28 Desember 2014 adalah hari yang paling aku tunggu, karena suamiku yang bertugas di Papua Barat sedang libur dan pulang ke Bali untuk menjenguk anak dan istri setelah 4 bulan tidak bertemu.

Biasanya saat pulang kampung yang paling dirindukan suamiku adalah menu masakan ala Istri atau Ibunda trcinta yang jarang dirasakan di perantauan. Saya dan Ibu mertua berpikir semalaman "enaknya masak apa ya untuk Ifan bsok?", tanya Ibu.

Ternyata Ibu memilih "Sambal Bongkot" mix Ayam untuk hidangan penyambutan. Aku belum pernah mendengar olahan masakan seperti ini selama tinggal di Bali. ternyata Bongkot adalah nama lain dari tanaman Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan), Batangnya berbentuk bulat pada pangkal dan memanjang, ketika sudah tua seperti batang Jahe atau Lengkuas, bahkan tadi aku mengira mirip rebung, oleh karena itu batangya sering digunakan untuk penyedap bumbu masakan.

Pengolahannya sangat mudah, pertama dicuci bersih, dirajang atau dipotong tipis-tipis, dihancurkan dengan martil sampai lembut, dibumbuin dengan bawang dan cabe beserta gula garam, dioseng dengan ayam wow Amazing Taste. Aromanya khas sekali seperti bau batang serai yang digeprek atau diiris. Sayang sekali tidak sempat mendokumentasikan hasilnya saking bersemangatnya mau makan, hehe. Tak sampai hitungan jam sambal tersebut sudah pindah di atas nasi hangat dan masuk ke perut kami dalam suasana hujan yang dingin.

Selain digunakan sebagai bumbu masakan, ternyata tanaman Kecombrang memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita, yaitu:

Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz):

  • Energi               0 kJ (0 kcal)
  • Karbohidrat      4.4 g
  • - Serat pangan  1.2 g
  • Lemak              1.0 g
  • Protein              1.3 g
  • Air                     91 g
  • Kalsium            32 mg (3%)
  • Besi                   4 mg (32%)
  • Magnesium      27 mg (7%)
  • Fosfor              30 mg (4%)
  • Kalium            541 mg (12%)
  • Seng                 0.1 mg (1%)

Olahan sambal bongkot ini menjadi salah satu olahan khas bagi masyarakat Bali, bagi penikmat sambal patut mencobanya saat musim hujan khususnya Rasanya nano-nano peas,asam, gurih ditamah Aroma herbalnya yang khas dan dilengkapi aneka nuutrisi, Amazing pokoknya.

2 komentar:

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Saya baru tahu tanaman bongkot ini. Jadi penasaran rasanya seperti apa?

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

Baunya kayak serai mbk trus rasanya khas rempah dipadu gurihnya ayam..sya jga taunya kmrn ibu mertua bikin hehe...