Selasa, 02 Desember 2014

Ibu, Bagaimana Kabarmu Hari Ini?


"Mother, How are you today? 
Here notes from your daughter
With me everything is okey
Mother , How are you today"


Lagu di atas pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, lagu yang dipopulerkan oleh Maywood mampu meningkatkan lakrimasi pada selaput air mata untuk meresponnya manjadi tangisan, tangisan emosi karena rindu akan ibunda nun jauh  di mata.

Masih teringat saat aku dan suami berdiri di Bandara hendak berpamitan demi sebuah tugas pengabdian menuju Pulau paling Timur Negeri ini demi mendidik anak Bangsa. tidak tahu kapan terakhir kami berpelukan, hingga saat itu, 29 Januari 2013 lama kami mengikat kasih sayang yang mungkin akan terpisah dalam waktu yang lama, terpendm dalam kerutan kesedihan yang nampak pada wajah putih beliau.

Satu pesan beliau yang paling kuingat sebagai bekal hidup merantau bukanlah materi melainkan sebuah nasehat penting "Bersifatlah rendah hati dan berbaiklah pada semua orang, karena kamu sebagai pendatang harus bisa menahan diri demi kedamaian", karena seorang ibu sangat mengetahui kelemahan anaknya, menurut beliau aku terkadang  tanpa disadari memiliki sifat tinggi hati pada saat berbicara. Nasehat itu kuiyakan dan memang selayaknya aku mendapatkannya.

Aku tahu beliau berat sekali melepaskanku, meskipun aku bukannlah anak kandungnya namun kasih sayang beliau lebih dari segalanya sampai aku malu dan sedih setiap menonton tayangan sinetron maupun FTV yang menjudge bahwa ibu tiri itu kejam, aku tahu beliau sedih namun semua tampak dalam balutan senyum tulusnya.

Ibu adalah manusia super yang ku kenal, bayangkan saja pekerjaan beliau mengalahkan tugas Presiden. Semua aktivitasnya diawali saat hari masih gelap dan diakhiri saat matahari tenggelam, tapi jarang sekali aku mendengar keluhannya, wajahnya terlihat lebih tua dari usianya karena tak pernah memikirkan penampilannya. beliau lebih senang memikirkan pelayanan demi kebahagiaan dan kenyamanan suami beserta anak-anaknya.

Ibu seorang pedagang di Pasar, ada satu pengalaman saat aku membantu berjualan. ketika ada pembeli yang menawar dengan harga murah, aku protes namun ibu mengikhlaskan barang itu lepas dan beliau berkata "Allah akan menggantinya dengan lebih banyak, anggap saja itu sedekah". Wow, aku mungkin belum bisa seperti itu.

Sampai aku menemukan belahan jiwa pilihanku, Ibu selalu berdo'a agar aku mendapatkan pasangan hidup yang baik dan bertanggungjawab, meskipun setelah menikah kami harus merantau ke Papua.

Semua Ibu pasti sadar ketika memiliki anak perempuan, suatu saat ia akan meninggalannya demi membangun rumah tangga yang di Ridhoi Allah tak terkecuali Ibuku, namun aku selalu meyakinkan bahwa kami akan baik-baik saja di Papua nanti, kami akan selalu berikan kabar melalui telepon karena sinyal sudah mulai ada dan listrik juga menyala meskipun baru 6 jam saja. Ikhlaskan dan izinkan kami merantau Ibu, maka kami akan tenang dalam menggapai rejeki-NYA dan suatu saat ketika kami sukses berkat do'a tulus ibu.

Akupun bisa merasakan apa yang Ibu rasakan, karena setelah merasakan pengorbanan beliau ketika melahirkan dan anakku juga perempuan, aku harus mempersiapkan yang terbaik untuknya kelak dan akupun harus siap ketika dia akan menikah kemudian mengikuti ke mana suaminya bertugas. Semua Ibu ditakdirkan memiliki Hati Seluas Samudera.

Saat ini, ketika aku jauh darimu Ibu, hanya do'a tulusku semoga engkau selalu sehat dan baik-baik saja, selalu menjadi wanita perkasa bagi kebahagiaan keluarga. Aku selalu menunggu kabar Ibu setiap hari dan kuharapkan yang terbaik. Aku selalu menyayangi Ibu seperti Ibuku sendiri :-* .

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Hati Ibu Seluas Samudera

Orang yang Kurindukan

3 komentar:

Pakde Cholik mengatakan...

Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan : Hati Ibu Seluas Samudera
Segera didaftar
Salam hangat dari Surabaya

Pakde Cholik mengatakan...

Sahabat tercinta,
Saya mengucapkan terima kasih kepada para sahabat yang telah mengikuti Kontes Unggulan Hati Ibu Seluas Samudera di BlogCamp. Setelah membaca artikel peserta saya bermaksud menerbitkan seluruh artikel peserta menjadi buku.

Untuk melengkapi naskah buku tersebut saya mohon bantuan sahabat untuk

1. Mengirimkan profil Anda dalam bentuk narasi satu paragraf saja. Profil dapat dikirim melalui inbox di Facebook saya atau via email.
2. Memberikan ijin kepada saya untuk mengumpulkan artikel peserta dan menerbitkannya menjadi buku. Cek email dari saya tentang permintaan ijin ini dan silahkan dibalas.
3. Bergabung dengan Grup Penulis Naskah Buku Hati Ibu Seluas Samudera di Facebook. (https://www.facebook.com/groups/669571076492059/)

Terima kasih.

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

nama facebook pakde apa??terimaksih informasinya pakdhe..senang bisa bergabunng dalam ajang para blogger ini