Rabu, 24 Desember 2014

Parental Control Movement Demi Masa Depan Anak

img.okezone.com

Baru-baru ini vocalis group D'Massive  Rian dan Papa T.Bob menggelar aksi peduli lagu anak. Masih ingat Papa T. Bob? Ya, beliau adalah salah satu pencipta lagu anak-anak di tahun 90-an tepatnya saat aku masih SD. diantara lagunya yang paling populer dan aku banget ya lagunya Tina Toon (Bolo-bolo), Enno Lerian (dudidam, si nyamuk nakal), Trio Kwek-kwek (Jangan marah, tanteku), Agnes Monica (Bala-bala), dan lain-lain.

Aduh kemana sekarang beliau ya? seiring perkembangan zaman seolah lagu anak-anak kian tenggelam menjadi lagu "Sakitnya tuh Disini, Alamat Palsu, Minyak Wangi, dan lain-lain". Tayangan televisi saat ini benar-benar butuh bimbingan orangtua, karena banyak berisi tentang kekerasan terhadap anak, anak yang berani kepada orangtuanya, pacaran pada tingkat Sekolah Dasar, dendam, permusuhan, dan lain-lain, aduh gimana saat anakku besar nanti ya??? oleh sebab itu banyak anak kecil sudah mulai dewasa sejak dini. masih inget aku dulu ja diledekiin pacaran waktu SD atau SMP udah nangis duluan karena takut, lha sekarang??hmmm..miris.com

Para orangtua mulai resah tak terkecuali diriku yang masih punya baby 6,5 month, pastinya banyak-banyak menggali ilmu parenting agar tak salah mendidik anak nantinya.

Group Parenting Control Movement yang diprakarsai Rian ini menganjurkan supaya kebiasaan-kebiasaan keliru yang dilakukan orangtua bisa diperbaiki, Misalnya:
  1. Membentak di depan umum. sikap ini akan menimbulkan rendah diri dan minder pada anak, anak tidak percaya diri karena malu telah dibentak oleh orangtua. sebaik-baik menasehati adalah duduk berdua saling tatap mata, bicara dengan hati, dan pada dasarnya nasehat dapat diterima dengan ucapan baik dan lembut.
  2. Memukul, mencubit, menendang, melempar dengan benda. perlakuan demikian dapat menimbulkan sikap traumatis pada anak, anak menjadikan orangtua sebagai momok yang ditakuti bukan disegani. Peluklah anak jika bersalah, bisiki dengan ucapan sayang dan lembut, ajaklah diskusi saat dia menemukan masalah.
  3. Membebaskan dalam memilih tayangan televisi atau hiburan. orangtua sebaiknya memelihara tontonan yang kurang pantas untuk anak supaya tidak dewasa sejak dini. Kartun Indonesia sudah mulai ada kemajuan dan menyampaikan pendidikan yang positif diselingi humor sebagai hiburan, seperti "Adit dan Sopo Jarwo, Dudung dan Nunung".
Parental Controlling ini bertujuan untuk memutus mata rantai kejahatan dan kekerasan kepada anak, bahwa tidak hanya tugas guru, ulama, dan pemuka Agama saja melainkan seluruh lapisan masyarakat. Jangan salahkan anak-anak lebih hafal lagu dan film dewasa karena mereka hanya meniru apa yang mereka dengar.

"Semua lapisan harus jadi sahabat anak, seperti polisi, artis, guru, dokter, dan lain-lain", ungkap Kak Seto. Mereka semua harus bisa menjadi sahabat bagi anak-anak karena mereka mengidolakan dan meniru tokoh-tokoh yang mereka sukai. Harapannya dengan memberikan contoh dan tayangan yang mendidik dan tontonan bisa jadi tuntunan yang bijak bagi anak-anak kita nanti.



4 komentar:

Dewi Rieka mengatakan...

wah rian keren yaa..semoga makin memasyarakat programnya...hidup anak indonesia!

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

mbk dedew,, Amin ya Rabb ntr tak nyiptain lagu anak jga hehe wow Pede

Ucu Setiawati mengatakan...

semoga program rian d'masiv berjalan lancar ya,bagus sekali dia mengadakan program ini karena si zaman sekarang ini lagu anak-anak sudah hampir punah :)

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

sepakat....jadi keir2 zaman anak dakuw besar ntar kyak apa hu..huuu