Jumat, 27 November 2015

Review Novel Sarvatraesa, Sang Petualang: Perjuangan Cinta dan Cita-cita dalam keikhlasan

cover By: goodreads
Keterangan: 

Judul                       : Sarvatraesa, Sang Petualang
Penulis                    : Dian Nafi
Penerbit                  : Diandra Pustaka Indonesia
Tahun Terbit         : November, 2013
Jumlah Halaman   : 158 halaman

Sinopsis:


Tidak ada yang lebih mengganggu daripada rasa kepenasaran.
Tidak ada yang lebih melukai ketimbang rasa dikhianati setelah memberi kepercayaan. Tidak ada yang lebih ditunggu kecuali balasan rasa cinta yang telah penuh diberikan dan membutuhkan setidaknya penerimaan.

Sarvatraesa. Dia yang berasal dari keluarga sederhana, merasa tertohok harga dirinya ketika keluarga sang profesor mengungkit kembali latar belakangnya. Meskipun benar Sarva tampan dan cerdas, dia bukanlah siapa-siapa jika bukan keluarga sang profesor yang mengangkat derajatnya.

Dia berusaha mencari kehormatan bagi dirinya sendiri dengan melepaskan bayang-bayang mertuanya. Dia pergi ke Aceh, juga ke Ambon. Mengabdikan diri sebagai dokter tentara di daerah yang penuh silang sengkarut itu. Istri dan anaknya di Jakarta sesekali ditengoknya.

Di Aceh maupun di Ambon, Sarvatraesa terlibat cinta dengan perempuan lain. Davina meradang dan berharap jika Sarva hendak menikah lagi, dia rela berbagi tetapi hanya dengan Mayana. Karena Davina tahu Mayanalah cinta pertama Sarvatraesa dan saat ini sudah menjanda. Yang menghabiskan seluruh rasa lelaki itu sehingga tak bersisa untuk siapapun, kecuali petualangan-petualangan. namun, Mayana menolak permintaannya.

Review:
Sebelumnya saya berterimakasih kepada mbak Dian Nafi atas pemberian buku "Sarvatraesa" ini dan kesempatan mereviewnya. pertama kali mendapat hadiah ini, jujur saya kurang suka cover bukunya yang gelap, apakah karena faktor alur ceritanya yang menunjukkan petualangan Sarvatraesa tentang cinta dan harga diri yang dilingkupi perjuangan berada di daerah konflik ya?

Namun, judulnya yang unik membuat saya penasaran untuk membuka lembar demi lembar isi novel ini. boleh tahu mbak untuk nama Sarvatraesa, idenya terinsiprasi dari mana kah? 

Novel ini menceritakan tentang perjuangan Sarva untuk mendapatkan cinta pertamanya sejak Sekolah Menengah, Mayana. seorang gadis pintar dan kaya yang ada di kampung tempat Sarva tinggal. awalnya hanya cinta untuk mendompleng kekayaan namun, karena sifat apik yang berujung penasaran dari Mayana menjadikan cinta Sarva berubah menjadi cinta yang tulus dan suci.

Namun, Mayana selalu menolak cinta Sarva hingga Sarva membuat keputusan besar untuk menikahi Davina tanpa cinta. dia merasa dikhianati dan ingin membalas dendam kepada Mayana. dia ingin menunjukkan bahwa dia adalah lelaki yang layak dijadikan primadona baik karena sifat maupun prestasinya.

Di tengah perjalanan kesuksesannya hadir konflik dengan mertua dan gejolak hatinya yang selalu mengingat Mayana. akhirnya Sarva memutuskan untuk menenangkan diri, mencari jati diri, dan memperbaiki harga dirinya dengan cara melakukan petualangan dan perjuangan sebagai dokter di daerah konflik Aceh dan Ambon. Dia mengabdi dengan tulus ikhlas, banyak yang senang dengan kepribadiannya menolong korban baik kesehatan maupun pendidikan anak-anak pengungsian. kecewanya, diapun terjerat dalam cinta semu, dia mempermainkan banyak wanita yang semuanya bisa dia dapatkan, kecuali seseorang, Mayana.

Hingga kejenuhannya mulai memuncak, dia stress karena Mayana, dia tahu Mayana menjanda dan ingin mendekatinya kembali. namun, Mayana menolak, bahkan ketika , Davina sang istri yang memintanya.

Endingnya bahagia, saya suka karena akhirnya hubungan Sarva dengan Davina, Ayah mertua, dan Mayana membaik dan cita-cita Sarva untuk mendirikan Rumah Sakit juga tercapai. pada akhirnya Sarva menyadari bahwa tiada yang lebih indah selain berkumpul dengan anak dan istrinya, serta cinta tidak harus memiliki namun sebagai kenangan manis dalam hati sebagai penguat diri dalam kesetiaan terhadap pasangan.

Dalam novel ini banyak terdapat filosofi dan kalimat-kalimat filsafat karena Sarvatraesa dikenal sebagai lelaki cerdas yang mampu berdiplomasi dan berdialeg menggunakan ungkapan-ungkapan yang diucapkan. selain itu, penulis bisa menghadirkan alur yang apik sehingga pembaca ingin segera menamatkan lembar demi lembar novel tersebut.

Beberapa kutipan yang saya suka adalah:
"Kalau menyayangi karena kebaikannya dan melupakan karena keburukannya, itu namanya pamrih. kalau menyayangi yang baik tapi menepis yang tidak baik, itu pilih kasih namanya"
 "Mari kita berbagi dengan yang sedikit, dengan berbagi maka semua akan terasa lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain selain itu dengan berbagi akan mengurangi keslahpahaman"
"putusnya aku dan dia ibarat nun mati bertemu ha' yang disebut dengan idhar, artinya bisa dibaca terpisah dan jelas"
"Ketika kamu kuat dalam kesenangan namanya syukur, tapi kalau kamu kuat dalam derita itu namanya sabar"

Selamat membaca ya readers...... sekian dulu reviewnya ^_^




Hidup itu Pilihan, Keputusan, Tantangan, dan Selesaikan

Pernahkah anda berada pada posisi dimana anda sangat menyesal dan bersalah dengan keputusan yang telah diperbuat, rasanya ingin mengulang waktu kembali ya? apa yang anda rasakan, drop atau bangkit? kemudian bagaimana solusi agar bisa move on?

Pernahkah juga anda membaca dan mendengar para tokoh inspiratif, profil orang sukses pernah membuat keputusan diluar dugaan yang tidak pernah disesali, namun "disayangkan" kata orang lain.
"Masa lalu adalah pelajaran, saat ini adalah ikhtiar, dan masa depan adalah tantangan"
Menyesal memang pernah saya rasakan, namun bukan berarti selamanya menjadikan hati kelam. saya tahu resiko dari apa yang diputuskan dan solusinya harus dijalani dan berproses untuk membuktikan bahwa keputusan saya memang benar.

Pernah dulu waktu saya memutuskan untuk keluar dari Universitas Negeri ternama di Malang, keluarga shock, teman-teman bingung, tetangga juga ikut nimbrung kepo dengan keputusan saya pindah ke Swasta "emane masuk negeri sudah susah, biaya murah, malah pindah ke Swasta yang kebalikannya". seperti disidang dalam pengadilan keluarga, sayapun tetap kekeuh ingin pindah. dalam hati, saya yakin akan keputusan tersebut. saat masa sulit saya adalah pulang kampung dan selalu disindir kalau....andai...dan jika, penyesalan tampak dari mimik wajah beliau. namun saya bertekad membuktikan bahwa saya benar. Alhamdulillah dalam perjalanan akademik di Universitas nilai dan prestasi senantiasa mengiringi hingga kelulusanku.

Allahlah yang memegang kendali saya, pasti ada hikmah dari semuanya. belum tentu saat kuliah di Negeri saya bisa mengenal dan memahami karya ilmiah, menjadi asisten laboratorium, dikenal dosen hinggi menjadi pembimbing anaknya, bahkan menemukan jodoh hahay.

Kemudian keputusan kedua, saya ingin berkarir di Malang, namun orangtua meminta kembali ke rumah. watak keras saya akhirnya bisa dimengerti dan memang saya bisa membuktikan bahwa saya bisa survive dan menabung dari uang guru kontrak dan mengajar privat, memperoleh banyak keluarga baru, dan have fun bersama anak-anak SD.

Keputusan berikutnya adalah menikah dan menjadi guru kontrak di pedalaman. keputusan mengikuti suami ke Papua Barat menuai pro dan kontra terutama dari pihak keluarga saya, namun saya tetap menjalani dan menunjukkan bahwa kami baik-baik saja di sana. banyak pengalaman dan pembelajaran tentang syukur kami dapatkan di sana. kami bisa bertahan dan Alhamdulillah hamil hingga pulang kampung untuk melahirkan terasa lancar. desakan orangtua saya untuk tidak kembali ke Papua akhirnya meluluhkan suami dan saya tinggal di Mertuaa-Bali.

terpisah jauh dengan suami ternyata memberikan hikmah bagi saya tentang arti kebersamaan, selain itu saya bisa mengikuti pelatihan blog dan mengenal dunia blog sampai sekarang.

Keputusan yang baru-baru ni saya buat adalah memulai dari nol di tanah Bali. belajar mandiri dari nol di tanah bali, akhirnya suami memtuskan untuk tetap tinggal dan mengabaikan mimpinya menjadi guru disini. karena penuhnya guru IPA dan sedikitnya honor guru menjadikan suami harus berpindah haluan demi anak dan istri. salut dengan keberanian dan keikhlasannya, saya tahu ada gejolak di jiwa saat harapan dan impiannya belum terwujud. namun, saya yakin ada jalan di depan yang akan mengantarkan kami kepada kesuksesan.

kami harus sabar, setitik demi setitik suatu saat akan membentuk sebuah garis yang terhubungkan oleh semangat ikhtiar, do'a, dan kesabaran. rasa syukur ketika kami bisa berkumpul bertiga dan saat ini mengontrak rumah untuk melatih kemandirian, melihat perkembangan Faiza yang semakin pintar bersama-sama sungguh menjadi kebahagiaan tersendiri.

Dalam waktu berikutnya, kita akan melalui dengan keputusan-keputusan berikutnya yang akan menuai kritik, tangis, dan perjuangan. selanjutnya siapa yang paling kuat dialah yang lulus.

Pendaki yang sampai ke puncak hanyalah yang tangguh, pejuang yang sampai ke kesuksesan hanyalah yang sabar. kita diberi pilihan menjadi manusia yang mudah rapuh oleh tantangan atau justru menghebat seiring hebatnya rintangan . Percayalah, badai selalu menyisakan pohon yang terkuat, By: Ahmad Rifai Rif'an




Sabtu, 21 November 2015

Garam itu Suatu Saat Pasti Menjadi Berlian

Saya Punya Murid di Aranday-Papua Barat
“ Ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud, ya sudahlah”. Sebaris lagu yang dipopulerkan oleh Bondan sangat pas dengan apa yang aku rasakan saat ini. Banyak impian-impian yang telah tersusun dalam fikiran, namun tidak semua bisa terwujud atau bahkan belum satupun yang nampak nyata dalam kehidupan kita.

Ketidakterwujudan impian bukanlah hal yang wajib diratapi sekian lama, ya sudahlah seperti itu hasilnya karena manusia hanya bisa merencanakan tapi kuasa Allah yang berhak menentukan bagaimana dan seperti apa akhir perjalanan hidup hamba-Nya. Bukan patah semangat tapi Allah telah melihat sampai mana ketabahan ikhtiar kita sampai kita bisa tersenyum untuk mewujudkan impian tersebut. Keberhasilan datang berdasarkan usaha yang telah dilakukan, yakin selalu bahwa setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan.

Roda kehidupan selalu berputar dalam sirkulasi bumi ini yang pasti dialami oleh setiap makhluk bernyawa. Hidup akan terasa flat tanpa ujian dan hambatan, tidak variatif, bahkan tidak membekas dalam hati. Roda kesuksesan dan kegagalan saling beriringan memberikan warna pelangi masa depan kita, tak terkecuali aku.

Impianku lima tahun lalu yang hampir semua tercapai saat kuliah, kesuksesan yang mengiringi, kemudahan mengikuti. Cita-citaku sampai saat ini yang belum tercapai adalah melanjutkan pendidikan selanjutnya di Negeri orang dan mengajar di sekolah yang high class dan elit, keliling dunia, dan memuliakan orangtuaku di masa tuanya. Sebaliknya saat ini Allah mempercayakan aku untuk mengabdikan ilmu di kawasan pedalaman yang jauh dan tidak pernah tersentuh media sekalipun, mungkin roda hidupku saat ini sedang berada di bawah.

Sebelumnya aku menjadi pendidik di sekolah swasta elit yang terletak di tengah-tengah Kota, fasilitas lengkap, gaji lumayan, murid yang rapi-rapi dengan mengendarai mobil, transportasi dan komunikasi lancar, listrik 24 jam, air bersih sampai terbuang-buang, aneka makanan minuman tercecer, bahkan tempat-tempat hang out tidak terkira, tempat wisata mempesona, begitu sempurna rasanya tanpa ada celah. Namun dimanapun kita bekerja selalu ada tantangan untuk memberikan warna warni semangat dalam bekerja.

Tantangan mengajar di Kota lebih kepada para siswa yang justru mayoritas pintar-pintar sehingga sedikit menyepelehkan ilmu yang disampaikan guru, selain itu teknologi canggih sangat mempengaruhi interinsik dan eksterinsik karekter siswa zaman sekarang, sehingga guru juga dituntut untuk mengikuti selera murid agar tidak dijuluki guru “GAPTEK” (Gagap Teknologi). Ghazwul Fikri semakin jelas harus dilakukan karena pengaruh fun, food, fashion terlalu mudah diakses tanpa bisa dihhindari. Perlu benteng Agama dan pengawasan intensif dari lingkungan terutama keluarga.

“Kemanapun suami bertugas, istri selalu mendampingi”. Kalimat tersebut mengingatkanku pada film “Habibie Ainun” yang begitu sempurna dalam berumahtangga, istri siap meninggalkan negerinya, mengorbankan gelar dokternya untuk melayani suami dan anak-anaknya, cinta mereka begitu besar hingga kedua hati mereka telah melebur jadi satu. Kita semua pasti juga seperti itu dan memang wajib tak terkecuali aku, akhirnya mengikuti suamiku yang bertugas di pulau paling Timur Indonesia yaitu Papua.

Inilah saatnya aku mengemban tugas pengabdian yang sebenarnya, semua telah terfikirkan dengan matang walau masih ada setitik keraguan untuk merantau ke Papua. Aku dan suamiku terpilih menjadi guru kontrak di salah satu Sekolah Dasar Inpres Pedalaman Aranday-Papua Barat. Segala keraguan akhirnya kikis oleh ucapan seorang sahabat yang sekaligus alumni Psikologi: “hidup ini adalah pilihan “ dan setiap pilihan mempunyai resiko masing-masing, jika kamu siap dengan segala resikonya maka hilangkan keraguan. Bukankah Rosulullah pernah bersabda “Ketika kamu dalam keragu-raguan, maka tinggalkanlah”.

Menjadi guru di daerah pedalaman sangatlah bertolak 180 derajat dari sebelumnya. Sekolah disini berdiri diatas air alias rumah panggung yang terkadang banjir akibat terkena air pasang, listrik hanya enam jam, buku paket minim, lingkungan yang tidak higienis, murid-murid ada yang harus menggunakan perahu untuk bersekolah atau melewati hutan, fasilitas kurang, transportasi ke Kota harus menyebrangi lautan hampir tujuh jam menggunakan longboat atau jolor.

Ada kekurangan pasti ada kelebihan, kelebihannya adalah seluruh pendidikan disini gratis alias bebas tanpa membayar sepeserpun. Murid-murid disini juga bervariasi, ada yang berasal dari pendatang Jawa, Makassar, Toraja, Medan hingga penduduk asli beragama Islam.

Tantangan paling berat adalah bagaimana mengajarkan “Calistung” kepada murid yang memang membutuhkan, sulitnya memprediksi apakah siswa tergolang Berkebutuhan Khusus atau tidak. Kurangnya media dan fasilitas yang bisa mendongkrak semangat belajar mereka. Mereka lebih suka bekerja fisik daripada harus berfikir mencari ilmu, yang penting “sa pu perut kenyang ee”. Perlu waktu untuk merubah mindset mereka menjadi motivasi demi masa depan.

Awalnya terasa berat, namun seperti kata pepatah “witing tresno jalaran soko kulino” dan “Tak kenal maka tak sayang” ternyata benar- benar terjadi. Kulupakan segala keluh kesahku berganti semangat untuk melakukan perubahan karena Mengasah besi menjadi pedang lebih membanggakan daripada Mengasah pedang yang sudah mengkilat. Ternyata dalam lautan garam yang asin tersimpan berlian-berlian yang mempesona. Banyak juga murid asli Papua yang memiliki potensi di bidang seni, olah raga, maupun Ilmu Pengetahuan.

Siswaku yang menderita penyakit kekurangan pigmen (Albino), meskipun kesulitan menerima materi karena matanya silau ketika siang hari, dia bisa menunjukkan bakat melukisnya yang memukau. Ada lagi siswaku yang menderita kusta kering, dia berhasil menunjukkan bakat dalam cerdas cermat tingkat Kabupaten. Kekurangan bukanlah penghambat kretifitas, namun kreatifitas itu sering muncul dalam keterbatasan seseorang.

Akhirnya aku menyadari dan mulai beradaptasi dengan hidupku saat ini. Allah pasti memiliki rencana hebat untukku dan aku yakin sepenggal kisahku di pedalaman ini adalah awal terwujudnya cita-citaku yang sempat tergeser. Berikan pengabdian terbaik disekitar kita kapanpun itu dan selalu berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita seperti tertulis dalam sebuah hadist “Orang yang paling beruntung dan bahagia adalah orang yang bisa bermanfaat bagi sesama”. Aku yakin garam itu akan menjadi berlian suatu saat nanti. Amin Ya Rabb



Rabu, 18 November 2015

Membaca untuk Menulis

Aku dan Buku
Sebulan sudah saya absent dari dunia blogger karena harus menyelesaikan job sebagai copywriter, selain itu sempat patah semangat juga karena sudah sering ikutan lomba tapi ndak menang-menang hihi modus ya....

Nah, sekarang mencoba bangkit kembali hunting lomba-lomba blog lagi, do'a dan ikhtiar semaksimal mungkin. okey, sekarang ingin ikutan Sanwa Comeback Giveaway dengan tema kegiatan yang paling disukai selama ini beserta alasannya. sejujurnya diantara semua tema itusaya sukai dan ingin sekali saya kuasai, namun sudah mundur duluan karena merasa diri tiada bakat di bidang-bidang tersebut terutama dalam bidang design dan handicraft hahay. ketika mengetahui salah satu tulisan teman yang dimuat di majalah atau menang lomba, rasanya hati ini pengen berpacu untuk mencoba. ketika banyak buku terpajang di perpustakaan ingin sekali terbaca habis. dan kegiatan yang sering saya lakukan adalah membaca berbagai macam genre buku.
"Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan"              Qs. Al-'Alaq ayat 1
 Namun semua ada masanya memang, mulai SMP saya suka membaca majalah Annida, UMMI, Tarbawi, Novel Islami, dan Novel Remaja karena kakak pertama aktif di ROHIS dan suka membeli buku-buku tersebut. kalau buku tentang Fiqih Sunnah dan Sirrah Nabawi masih terasa berat temanya untuk saya baca saat itu, buku-buku pelajaran tetap terbaca meskipun tidak secepat membaca buku genre lain. ketika SMA, saya memiliki teman yang suka menyewa buku komik dan novel dari luar negeri, biasanya suka saya pinjam bahkan saya juga mendaftar menjadi member di tempat persewaan buku. novel tebal pertama kali yang saya baca saat itu adalah Harry Potter karya JK. Rowling.

Perubahan kembali terjadi saat saya memasuki dunia perkuliahan, dimana saya harus dituntut untuk memiliki wawasan luas, wawasan tersebut bisa didapat jika kita suka membaca buku dan membaca lingkungan sehingga kepekaan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi disekitar kita bisa muncul. selain itu berawal dari keterpaksaan menjalankan tugas wajib berupa karya ilmiah menuntut saya untuk terus banyak membaca bukti sebelum menuliskan ide dan menyadarkan saya bahwa menulis bukanlah bakat, melainkan diasah dan dilatih hingga terbiasa. kegiatan membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang tidak terpisah.
"Jika ingin menjadi penulis, maka membacalah. Jika ingin menjadi pembaca, maka tulislah apa yang kita baca sebagai tindakan mengabadikan pengetahuan baru" By:Me
 Saat ini, saat saya telah bekerja dan berumah tangga. semakin banyak genre buku yang saya baca guna meningkatkan pengetahuan dan sebagai pemacu bahwa suatu saat saya harus bisa menghasilkan buku solo, karena selama ini hanya menulis antalogi. buku yang sering saya baca lebih pada ilmu parenting, embentuk keluarga sakinah, buku How to, dunia memasak, buku pendidikan, kisah inspiratif, buku muhasabah, dan lain-lain.

Membaca menjadi kegiatan yang tidak membosankan, kawan yang tidak pernah protes namun nasehatnya begitu nyata tanpa dibuat-buat, bisa memberikan semangat, tawa dan tangis di dalamnya. membaca bagai berenang di lautan ilmu tanpa batas. namun tetap semua harus disaring dan ditelaah dampaknya bagi pembaca. karena saat ini bacaan komik yang lucupun bisa memberikan dampak buruk bagi pembaca, tetap selektif selalu.

Happy Reading and Writing All

Senin, 16 November 2015

Hujan Bahagia Kami

Sejuknya setelah Hujan
Hujan, aku senang sekali mendengar satu kata dengan lima huruf ini. banyak peristiwa bahagiaku diiringi dengan tumpahan air dari langit hingga membasahi relung jiwa yang dilanda bahagia, aroma cinta yang khas setelah datangnya hujan begitu membahagiakan kami yang akan memulai untuk berlayar dalam kehidupan rumah tangga.

Mungkin Tuhan sudah merancanakan begitu Berkahnya hubungan kami, saat pertemuan pertama, saat menerima hatinya, menghalalkan hubungan kami, merencanakan buah hati kami, hingga perjalanan penuh perjuangan demi kelahiran buah cinta kami, semua diiringi hujan. meskipun sempat menghambat dan membuat kami khawatir, terutama saat berada di lautan luas, di tengah perjalanan menggunakan perahu tanpa atap. namun semua berubah menjadi keberkahan dan kebahagiaan ketika sudah sampai ke tempat tujuan.

Sejak saat itu, kami begitu akrab dan berharap musim hujan segera datang kembali membawa bahagia dan keberkahan baru, memberikan secercah harapan kepada seluruh negeri yang tertimpa kemarau panjang saat ini. Sarang Bi (Cinta Hujan: bahasa korea).




Pantai Rening-Bali Tiga Tahun Lalu dan Sekarang

Sebenarnya ini kali kedua aku berkunjung ke pantai Rening-Bali, sebelumnya ke sini saat awal pernikahan kami dan sekarang kami berkunjung setelah bertambahnya personil junior "Faiza". kondisinya juga berbeda dengan 3 tahun lalu saat aku berkunjung pertama kali.
kondisi pantai rening 3 tahun lalu
Pertama kali berkunjung sungguh disayangkan kondisinya, pantai yang mulai terkena abrasi, sampah berserakan, batu-batu besar tidak tertata rapi, tempat penginapan dan persinggahan sudah tutup karena sepi pengunjung, tidak ada pedagang, sepi deh apalagi kemarin kami berkunjung di pagi hari, tidak menarik. kata suami, dahulu pantai Rening sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah, hingga ada hotel yang diberi nama "Hotel Papua". karena kemudian pengelolaannya yang kurang baik, lama kelamaan tempat wisata ini tidak bisa dipertahankan. sesekali saja masyarakat terdekat berkunjung. 
bebatuan telah berubah menjadi pagar beton
Beberapa waktu lalu, sore hari, tiada rencana wisata tiba-tiba suami minta di jemput dari tempat kerjanya dan memintaku membawa bekal makanan serta mempersiapkan Fafa pakaian yang nyaman untuk di pantai. "Mama, kita ke pantai Rening sekarang, begitu ucapnya di telepon." karena sebenarnya kami sudah berencana sejak lama untuk mengajak buah hati weekend di pantai. mau ke pantai Sanur, Kuta, Nusa Dua, atau pantai Pandawa juga terlalu jauh harus ke Denpasar dulu. Al hasil kami ke lokasi yang dekat-dekat dulu saja deh, sabar ngumpulin petes haha.

Bali, Pulau Dewata dengan keragaman budaya, wisata dan kulinernya bahkan Bali menjadi pulau paling tersohor di Negeri Indonesia ini. Berbagai event penting dunia sering diadakan di Bali, artis-artis lokal maupun internasional menjadikan pulau Bali sebagai salah satu tempat untuk mendokumentasikan peristiwa penting mereka. Alasannya sangat sederhana, yaitu banyak tempat-tempat yang menyuguhkan panorama cantik, oleh-oleh yang unik, dan pantai yang menarik, betul tidak? wisatawan jauh-jauh berkunjung demi merk "Joger" yang hanya ada di Bali, hotel berbintang dengan pemandangan pantai yang wow SubhanAllah, menikmati kuliner ayam betutu yang khas, dan lain-lain.
Indahnya sunset di pantai rening
Secara Geografis, pulau Bali memang dikelilingi oleh lautan dan pantai sebagai pembatas dengan daratan, sungguh indah bukan? Setiap pantai tersebut memiliki nama sesuai dengan nama desa setempat, salah satunya adalah Pantai Rening yang terletak di Desa Rening-Kabupaten Jembrana-Bali. Pantai tersebut lokasinya dekat dengan tempat tinggal kami, hanya sekitar 15 menit mengendarai motor sudah sampai dan kita akan menyaksikan keindahan alam pantai, hamparan luas lautan menjadikan syukur tak terperi.

Memang pantai Rening tidak terlalu banyak dikenal di dunia wisata dibandingkan pantai Sanur atau pantai Kuta, karena letaknya yang jauh dari pusat kota Denpasar maupun kota Jembrana, namun keindahan pemandangan lautannya mampu menghilangkan penat diri atas segala rutinitas harian yang menyesakkan jiwa. Jika berkunjung ke sana paling ramai weekend dan sore hari, ada yang bermain voli pantai, sepak bola, berenang, bermain pasir, berenang, atau hanya duduk berbincang-bincang di sepanjang pagar beton yang baru dibangun.
bermain pasir

bermain voli pantai dan berenang
Keindahan sunset dengan warna kukning-orange sangat rugi jika tidak didokumentasikan, tidak kalah dengan sunset di pantai Kuta lho. Karena putri kami takut dengan air laut, maka kami hanya bermain pasir dan memandangi para pengunjung yang sedang asyik bermain serta berenang. Di dekat pantai ada beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman ringan, serta tempat penginapan, jadi tidak perlu khawatir jika lapar atau haus, namun bagi umat Islam jika ragu dengan kehalalannya bisa membawa bekal dari rumah saja, selain itu lebih irit.

Sama seperti pantai pada umumnya, pantai Rening dikelilingi lautan yang menghampar dengun gulungan ombak yang ringan diiringi hembusan angin yang sejuk di sore hari nan panas. Lautan yang mengubungkan dengan beberapa daerah di sepanjang Bali. Karena meningkatnya abrasi, jadi saat ini telah dibangun pagar beton di sekitar pantai sejak tahun 2013 lalu. Selain itu pengolahan tempat wisata pantai Rening masih kurang baik dan banyak sampah berserakan, sehingga ada beberapa Hotel yang akhirnya gulung tikar. Harapan ke depannya pantai Rening bisa dikelola seperti dulu supaya ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun internasional.

Bagi kami bertiga yang paling penting adalah kebersamaan dan gratisan lhoch eits  family time dan quality time mau pergi ke mana saja okey-okey saja tergantuk pak bos alias si ayah hihi.

Kamis, 15 Oktober 2015

EF#29: About Someone "They and You"

This theme more difficult for me cause many people influence my life, but I want to share about "They" and "you", who are there?

This is about weekly challange in English Friday last week, but I'm late the post. we must telling about someone.

THEY

They are my parent "mom and daddy" who teached me about hardwork, strenght to pass any problem of life, endurance, to know about religion, education, and reality of life. "nothing is perfect but we can make it our life be goodnes and happy if we apply Alquran and Hadist, Their instruction."

my parent
YOU

Many kind of  "you" who I mean, such as: My Husband who lead my hand with patience to be a good wife and mother for our child. My Little Girl who teach me about endurance and spirit of my life, so our family look perfect. 
my husband and my girl
My friend unun whose give me motivation and inspiration to write antalogy book and to be a blogger, thanks a lot yaa. all of blogger friend who teached me about blog. brother Husamah and Mr. Agus "Mawa", the first time teacher about write creation about scientific, long time no see. success for you.

unun

brother husamah and Mr. Agus







Ini dia: 5 Tipe Umat Muslim

Tulisan ini saya posting karena memang sedang merindukan adanya wadah kajian Islam untuk menambah wawasan keagamaan saya.

Ada satu kajian yang penah saya ikuti, yaitu bertema tentang apa sih tujuan sebenarnya mengikuti pengajian? karena niat adalah awal dari munculnya sebuah tindakan nyata. apakah hanya silaturrahim, menuntut ilmu, atau bahkan sebagai wadah untuk ghibah?

Tujuan diadakannya suatu pengajian tentunya sangat baik, yaitu membina diri pribadi dan masyarakat untuk menjadi masyarakat yang baik. nah, ternyata ada 5 tipe seorang muslim di dunia ini, yaitu:
  1. Muslim yang Mu'min. seorang muslim belum tentu beriman sedangkan orang yang beriman pasti seorang muslim. tanda-tandanya adalah mereka yang menjadikan Alquran dan hadist sebagai pedoman, aqidahnya lurus, cinta pertamanya Allah, dan ketika beribadah khusu' dan ikhlas.
  2. Muslim yang muslih. seorang muslim yang selalu memperbaiki diri untuk mengarah kepada kebaikan dan memperbaiki diri.
  3. Muslim yang mujahid. mujahid bukan berarti harus berperang, namun mereka yang memiliki semangat untuk berdakwah dan beribadah, serta memperbaiki diri dengan cara sungguh-sungguh.
  4. Muslim yang muta'awin. seorang muslim yang memiliki jiwa sosial tinggi, senang bekerjasama dan tolong-menolong dalam hal kebaikan, dermawan.
  5. Muslim yang Muttaqin. seorang  muslim yang bertaqwa, kokoh pendiriannya, dan kuat ilmu agamanya.
Nah, kita termasuk muslim yang mana? semoga kita senantiasa mendapatkan petunjuk dan bimbingan sehingga menjadi manusia muslim yang iridhoi Allah, Amin. 

Hmmm, penyemangat diri untuk memperbaiki diri hari demi hari, apalagi sekarang sudah memasuki bulan Muharram 1437 H, semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, karena sungguh merugi jika kita lebih buruk dari hari ini dan kemarin. Happy New Year for Muslim Comunity

credit

Jumat, 09 Oktober 2015

"Mik Cucuu": Kemasannya Unik, Cara Minumnya Asyik

Rizky Saputra adalah taman saya saat masih duduk di bangku SMA d Mojokerto. perjalanan waktu begitu cepat melewati masa 10 tahun kelulusan kami, dan tidak menyangka teman satu ini memiliki ide unik yang digunakan sebagai "Brand" untuk mendongkrak suka minum susu sapi yang bagi sebagian orang tidak suka dengan aroma amisnya, namun Rizky bisa mengemas menjadi produk yang unik dengan aneka rasa maupun variasi dalam makanan dan ice cream.

Rizky, Owner "Mik Cucuu"
Kehidupan keras Ibu Kota dan Persaingan bisnis di Kota Metropolitan terlebih Jakarta sebagai pusat kegiatan negeri ini memotivasi Rizky Saputra dan rekannya, Bobby untuk mendirikan usaha yang memberikan nilai jual. Setelah sebelumnya menjalankan bisnis tas “Kipling”, sekarang mereka merintis brand baru yang murni produk usaha sendiri dengan berbagai keunikan dan hasil inovasi berdua. Karena sebelumnya mereka hanya menjualkan produk saja. Mereka juga sebelumnya bekerja sebagai pegawai di Perusahaan, namun Bobby lebih memilih sebagai pengusaha karena melihat peluang ke depan begitu cemerlang. 

Setelah melalui riset dan konsultasi dengan orang yang berpengalaman wirausaha, mereka akhirnya memutuskan “susu” sebagai produk unggulan yang akan ditekuni. Tentunya ada keunikan dan kelebihan yang ditonjolkan selain susu sebagai sumber nutrisi.

“Mik Cucuu” adalah merk yang mereka pilih untuk menarik minat pelanggan, memang unik dari segi nama mengambil bahasa Jawa yang tidak asing tapi terkadang orang malu untuk mengucapkan. Namun dengan munculnya produk ini justru semakin menambah rasa penasaran calon pembeli. Keunggulan lainnya adalah tersedianya 6 pilihan rasa: oreo, red velvet, green tea, mango, nutella, dan Tulaliloo Banana. Kemasan botolnya juga unik, berupa botol minuman yang biasa digunakan bayi untuk minum susu dengan logo “Mik Cucuu”. Saat ditanya mengapa menggunakan botol bayi?” Karena unik dan pasti akan diupload di media sosial, karena kebiasaan masyarakat yang suka selfie saat melakukan aktivitas, jawab Rizky.”

Bobby dan Rizky saat Ikut Pameran

Ramainya Pembeli saat di Pameran
Meskipun baru merintis pertengahan bulan September lalu pada event Pameran Pendidikan Suryakanta (Kaca Pembesar) di SMA Santa Ursula Jakarta , namun terlihat pelanggan sudah penuh sesak, kemudian event di CFD dan FX Mall Jakarta dalam waktu 4 jam sudah terjual 250 botol susu dan beberapa burger serta ice cream. Jika dihitung-hitung omset per hari dalam satu event mencapai 8 juta dengan harga per botolnya Rp 30.000,00. Pelanggannya tidak hanya local, namun internasional juga.

Mr. Camilo, dari Colombia
Mereka memiliki rahasia promosi supaya bisa menarik banyak pelanggan. Peran media sosial benar-benar dioptimalkan, yaitu: saat grand opening kedai “Mik Cucuu” buy 1 get 1 free dengan cara follow and repost postingan di instagram, mendapatkan upsize botol dengan harga tetap, diskon 10 % untuk all menu pada saat promo.

Saat ini sudah memiliki kedai di Pendurenan-Jakarta yang digunakan sebagai tempat nongkrong, diskusi, santai, berkumpul keluarga dan kawan, bahkan bisa juga dimanfaatkan untuk merayakan hari ulang tahun anak kita, wah seru nih.

Kedai "Mik Cucuu"-Pendurenan, Jakarta
Perayaan Ulang Tahun Adam "Mik Cucuu"
Ke depannya, usaha ini akan dikembangkan dengan cara membuka beberapa kedai lagi sebagai cabang dan menambah pegawai sebagai peluang usaha dalam mengurangi masalah pengangguran. dengan bertambahnya kedai, bertambah pula omset kebutuhan susu sapi murni, dan masyarakat bisa menyempurnakan makanan bergizi dengan susu sapi aneka rasa, mari gemarkan cinta minum susu sapi ^_^. sukses selalu buat kawanku satu nie.



Alasan Harus Mematikan Handphone di Pesawat

Mungkin sudah banyak yang tahu Mengapa kita harus mematikan Handphone saat naik pesawat atau merubah ke mode flight. jujur, saat pertama naik pesawat saya benar-benar gaptek dan merasa was-was apalagi tidak banyak hal yang saya ketahui tentang perjalanan melalui udara, beruntung penerbangan pertama saya bersama suami saat ke Papua Barat, sehingga bisa mendapatkan informasi tanpa menahan malu hihi karena sudah pengalaman. 

Narsis sebelum Take Off
Foto di atas tentunya diambil saat sebeum keberangkatan menuju Bandara Hasanudin-Makassar dari Bandara Juanda-Surabaya. ternyata, menyalakan Hp bisa menimbulkan kecelakaan di udara meskipun kemungkinannya kecil. bukankah, mencegah lebih baik daripada terlambat? nyawa sebagai taruhannya bukan? tetapi, masih saja beberapa diantara kita lalai atau sengaja tidak mematuhi himbauan tersebut, sehingga kecelakaan bisa terjadi.

Perlu diketahui bersama, ternyata pesawat yang sedang terbang itu melakukan komunikasi, baik dengan stasiun yang di darat, maupun dengan pesawat lain untuk mengatur lalu lintas di udara, serta terkait cuaca apakah aman atau tidak. pengambilan keputusan posisi terbang tentunya melalui pertimbangan komunikasi tersebut.

Komunikasi tersebut menggunakan gelombang radio, begitu juga dengan Handphone yang menggunakan gelombang radio yang mana memancarkan dan menerima dari dan ke pemancar terdekat (BTS/Base Tranceiver Station). Jika frekuensi Handphone yang menyala dengan frekuensi gelombang komunikasi di pesawat sama, maka dapat menimbulkan interferensi atau gangguan sinyal dan bisa mengganggu komunikasi di udara, bisa jadi informasi yang diterima oleh pesawat berbeda dengan yang dikirimkan, parahnya bisa menyebabkan kecelakaan.

Oleh sebab itu kita perlu waspada, terutama bagi yang belum berpengalaman naik pesawat terbang, harus mempelajari dan mengenali hal-hal yang berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan perjalanan di udara. semoga informasi ini bermanfaat ya, sederhana namun penting.

Bersyukur saya dan rombongan akhirnya sampai di tujuan dengan lancar, meskipun saya tegang sekali hingga tidak bisa tidur memikirkan kemungkinan buruk yang terjadi, terutama ketika pesawat bertabrakan dengan awan, jadi penuh-penuhin berdzikir dech akhirnya, hmmmm malu-maluin ya hahay.

Transit di Bandara Hasanuddin Makassar

Bandara Rendani-Manukwari


 


Minggu, 04 Oktober 2015

Setahun nge-Blog: Ciptakan Peluang dari Tarian Jemari


 Perputaran waktu telah mengantarkanku untuk belajar mengenalmu, mengerti, dan memahamimu, meskipun sampai detik ini belum nampak karya membanggakan untukmu. berawal dari keisengan untuk mencoba hingga aku terjerumus dalam cinta meliak liukkan jemari ini di atas keyboard. wajar, karena usiaku masih setahun. masih Balita katanya, harap tunggu aku dalam proses pertumbuhan alami hingga menjadi dewasa dengan sabar dan ikhtiar. kelak, generasiku akan tersenyum dalam tatapan bangga ^_^
Mohon maaf, sajak di atas hanya goresan ngelantur ala mama yang sedang galau, cieee. senang sekali ada Giveaway mengenai sejarah cerita dibalik blog yang diadakan oleh mbak UniekKaswargantie apalagi tanggal 23 September kemarin tepat usia setahun blog personal zaqiamomfafa.com, salam kena dari Bali ya mbak.

Berbicara mengenai Blog, awalnya saat saya hamil besar dan mudik di Mojokerto, tiba-tiba kakak saya bertanya, "Ki, kamu tidak ingin ikut ODOA (One Day One Artikel)?". saya bingung apa itu artikel dan blog karena memang masih gaptek, tahunya ya fasilitas e-mail, facebook, twitter, dan instagram. setelah kakakku Azizah mejelaskan tentang keduanya, saya tetap ndak ngeh alias ndak mudeng aias masih bingung, jadilah saran itu terabaikan apalagi saya harus fokus pada proses kelahiran.

Dua bulan pasca melahirkan, saya dan si kecil harus hijrah ke Bali karena suami harus kembali ke Papua untuk bertugas kembali sebagai guru, sehingga kami harus tinggal dengan keluarga Bali. 

Menjalani aktivitas monoton setiap hari tentu melahirkan kejenuhan walaupun mengeluh itu tidak baik, karena menjalankan tugas wajib setelah lahirnya buah hati, namun menafikan rasa batin juga akan menimbulkan beban dan tekanan pada otak. kemudian, ketika mengamati timeline di  facebook ada kawan yang menawarkan pelatihan membuat blog personal dan artikel. Entahlah, saya merasakan adanya gairah baru untuk berkarya setelah hampir setahun fakum dari dunia tulis-menulis.

Saat mengikuti pelatihan online, ternyata sudah banyak peserta yang memiliki blog dengan template bagus sertia sudah SEO Friendly, saya yang masih baru lahir hanya bisa menangis melihat pesan-pesan terkait materi (#Efekloadinglambat). Sabar membaca materi dan aktif berdiskusi akhirnya saya memahami sedikit demi sedikit hal-hal yang berkaitan dengan blog dan terus belajar sampai saat ini.

Masih ingat artikel pertamaku yang berjudul Renungan Hujan, tulisan itu saya buat saat masih di Papua dan tinggal posting melalui blog, serta beberapa tulisan berikutnya juga sama tentang pengalaman tinggal di rumah panggung, karena saya bingung mau nulis artikel apa hihi.

Sebulan kemudian, saya berusaha dan kerjakeras mencari bahan untuk penulisan artikel, mulai dari: berimajinasi, melihat berita dan acara-acara yang menginspisari kemudian saya rekam terus saya tulis sesuai bahasa sendiri, mengamati fenomena di sekitar, nonton film, mendengarkan musik sambil mencatat lirik, membeli produk untuk di review, kuliner dan traveling, hingga wawancara pada narasumber, seru kan? sambil jungkir balik capek deh. posting tidak selalu setiap hari tergantung adanya bahan dan si kecil bisa diajak kerjasama atau tidak.

Ada proses berkesan yang pernah saya alami, yaitu saat mengganti domain blogspot menjadi .com. awalnya bimbang dan karena pengen gaya serta katanya lebih bagus kalau punya blog berbiaya akan dipertimbangkan di dunia review. tanpa ilmu yang dalam, saya mencoba membeli domain namun hingga sebulan blog saya malah error tidak bisa dibuka. Bersyukur tenor perusahaan yang mengarahkan proses perubahan domain berbayar tersebut sabar membalas semua pertanyaan dan kebingungan saya. Alhamdulillah saat ini zaqiamomfafa.blogspot.com sudah berubah menjadi zaqiamomfafa.com.

Ingin adil, saya harus tidur lebih malam dan bangun lebih pagi agar tidak mengabaikan tugas. lelah, pasti namun berpikiran positif selalu bahwa suatu saat apa yang saya lakukan memberikan manfaat. menulis saya lakukan di malam hari saat buah hati terlelap. beberapa bulan kemudian saya berusaha agar tulisan saya dimuat di viva.co.id dan dream.co.id untuk meningkatkan traffict pembaca blog saya.

Setahun berjalan, belajar dan kerjakeras mengantarkan saya untuk maju selangkah menjadi blogger, reporter, copywriter, dan reviewer produk. sedikit demi sedikit pundi-pundi rupiah mulai hadir mengiringi sebagai efek dari perjuangan selama setahun ini. bukan proses yang sebentar dan perlu kerja ekstra serta mempertahankan semangat lagi karena target yang belum terpenuhi masih banyak terutama memenangkan lomba blog, sampai saat ini belum pernah, jujur ya hahay. namun dengan adanya personal blog zaqiamomfafa.com ini bisa memberikan manfaat bagi orang lain. ciptakan peluangmu melalui tulisan dan karya.

Yuk yang Belum Ikutan Mari Merapat di Giveaway Cerita di Balik Blog

Sabtu, 03 Oktober 2015

Piknik Unik dan Asyik: Tidak ada Pantai, Muara juga Oke

"Allah menciptakan alam dan seisinya tidaklah sia-sia, melainkan untuk diambil manfaatnya, dipelihara, dan ditadabburi sebagai kebesaranNya"
Pernahkah anda tinggal di lingkungan yang jauh dari keramaian kota? apakah anda merasakan jenuh akut hendak kemana bertamasya? kemudian apa yang anda lakukan untuk menghilangkan penat? Ada satu-satunya tempat asyik untuk piknik, simak uraian berikutnya ya ^_^. 

Berbagai pertanyaan di atas akan terjawab sesuai pengalaman berkesan yang pernah saya alami. saya bersyukur pernah meninggalkan jejak kaki dan karya di sana, menikmati panorama yang berbeda dalam suasana damai, menikmati keterbatasan dalam sebuah kata syukur.

Tahun 2013, Tahun yang penuh cerita dan warna dalam langkah kehidupanku. setelah menikah, kami hijrah ke sebuah kampung terapung di Aranday-Papua Barat. berada dalam keterbatasan akses, transportasi, komunikasu, dan pencahayaan tentunya menjenuhkan dan menimbulkan stress, terutama bagi saya yang sebelumnya tinggal di sebuah kota besar di Jawa. butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri di sana.

Saya benar-benar merasa suntuk, terutama ketika liburan tidak ada hiburan. mau lihat televisi tapi listrik nyalanya petang hari, mau ke alun-alun adanya ladang, mau ke mall cuci mata ndak bisa, jadi seperti terkurung dalam pusaran air. memang, "PIKNIK" bukanlah satu-satunya cara untuk menghilangkan kepenatan, bisa dengan mendengar musik, membaca buku, atau sekedar berbincang di teras sambil merasakan hembusan angin.

Namun, piknik penting tidak hanya untuk menghibur diri, tapi juga untuk mentadabburi keindahan Ciptaan-Nya, melukis panorama yang Kuasa, dan menulisnya dalam sebuah karya. Akhirnya, seiring berjalannya waktu dan menyadari mengeluh bukanlah solusi, ada satu tempat piknik di Kampung kami yang mana hanya bisa dimanfaatkan saat kondisi air laut surut.

Kebetulan saat itu weekend dan kami diajak oleh rombongan teman guru untuk berwisata ke "Muara Aranday". Muara adalah badan air tempat masuknya satu atau lebih sungai ke laut, samudra, danau, bendungan, atau bahkan sungai lain yang lebih besar. Kami berangkat pukul 09.00 WIT karena memperkirakan air di Muara sudah surut, jika masih pasang otomatis kami harus kembali karena tidak bisa menikmati pemandangannya. Kami berangkat menggunakan longboat, pengalaman pertama nih, takut-takut asyik.
Naik Longboat
Perjalanan sekitar satu jam ditempuh dengan santai, sambil melihat deretan cocor bebek dan pohon nipah, daun mangi-mangi dan sapuan gelombang air yang berbenturan dengan mesin perahu, angin yang dingin berhembus cukup membuat mata ini merem-melek alias ngantuk hihi. jujur saja, saya paling cepat ngantuk saat perjalanan.

Sampai di Muara, apa saja yang bisa kami lakukan? tentunya berenang dan main pasir bagi anak-anak, para Bapak mejaring ikan di laut untuk dibakar sebagai konsumsi makan siang, Ibu-ibu menyiapkan makanan yang telah dibawa dari rumah, seperti nasi, sebagian lauk dan sambal. Di Muara belum ada yang mengelola, sehingga kami harus membawa konsumsi sendiri, bisa juga bakar ikan, daging rusa, atau ayam.
Muara Aranday
Suami Beraksi juga
Sayangnya, foto yang lain tidak terdokumentasikan karena belum terpikirkan semua bisa dimanfaatkan sebagai kenangan untuk bahan berkarya. semoga di lain kesempatan bisa mendokumentasikan keindahan Muara tersebut, saat liburan datang tempat ini begitu ramai dan semua orang riang gembira.


Jika Liburan ke Bogor

Bogor, menjadi salah satu destinasi saya ketika liburan nanti apalagi kalau dapat hadiah menginap di hotel megah Padjajaran Suiters Hotels and Resort lengkap deh. Bogor memiliki lebih dari 20 tempat wisata dimana sebagai wahana hiburan dan pendidikan. beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah: Kebun Raya Bogor yang memiliki danau indah dan cafe daun nan sejuk, Istana Bogor yang mewah, Kampung budaya yang menampilakan berbagai macam tradisi Jawa Barat, Warso Farm yang merupakan pelopor agrowisata durian hmmm nyummy, Taman Safari, Jungleland Adventure Theme Park, dan lain sebagainya. diantara semuanya hanya Taman Safari yang pernah saya datangi itupun sdah 10 tahun lalu dan tidak ada dokumentasinya.

Selain tempat wisata, tak lengkap jika berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi kuliner khasnya bukan? tentunya bagi saya penikmat kuliner, suka sekali dengan makanan-makanan dengan rasa unik baik dari lokal maupun internasional. saya ingin mencicipi laksa khas Bogor dan Pepes sagu, sepertina menu tersebut unik. kalau papeda saya sudah pernah merasakan tapi pepes sagu??hmmm,bayangin dulu deh sambil berdo'a supaya menang Giveaway ini hahay ^_^

Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog "Piknik itu Penting"







Rabu, 30 September 2015

EF #28: "Green Rain By Shinee" a song that make me happy, spirit, and tauched

Everyone love song right? usually we listen music at the free time or break from activity althought just a minute. many benefit of listen music, such as: to refresh our brain so that avoid stress, feel sad and angry, give spirit, inspiration, and just entertainment.

Weekly Challenge of BEC today is about a song that .... truelly any song that i like it, so I confused will story about what a song. after open my file, I found this video which inspired for me as a teacher, Green Rain By Shinee.

video

This song is one soundtrack of Queen' Classroom Korean Vers Movie, beforee that was Japanise Vers. both of them very recomended to watched, because very inspirated espesially for education. this movie tell about a uniq teacher caracter who killer but have secreet about last moment as a good teacher. upset, so she move as a killer teacher with full  cared to her student. 

When watched the movie, I felt so angry, sad, touch, rightfully proud, and give applause about the caracter. everyone have spesial caracter to move better than last time.

Why I like song "Green Rain"? Because this song tell about wonderfull and happines of school and get science, the dance very easy, ear catching, fell cheerful, the siinger is my favorite boyband, tauched, etc. I never bored to repeat watch this video, listening this song, and exprience sense of lyric

Okey, this is story about my song... how about you?

Senin, 28 September 2015

Metamorfosa Masa Kecilku Penuh Warna (Gadis Tomboy)

Wah ada lomba Giveaway asyik nieh tentang masa kecil yang penuh warna,. kalau masa kecil anak-anak zaman  dule pasti bea sama anak zaman sekarang ya. terus rasa narsis yang timbul dari emak-emak zaman dulue juga beda dengan emak-emak zaman sekarang, betul tidak? betuldunk, bisa ibuktikan dengan seberapa banyak dokumentasi perkembangan anak-anak kita dengan dokumentasi kita dulue hehe...

Me, 5 Years Old
Langsung aja dech, di sini saya pengen cerita tentang warna-warni masa kecil saya dulue, salah satunya adalah kecenderungan bergaya ala Tomboy , maklum juga ya saya itu lima bersaudara yang kesemuanya cewek. bisa dibilang obsesi orangtua yang pengen punya anak laki kali ya atau emang dasarnya saya yang suka bergaul dan bergaya ala anak laki-laki. mulai dari pakaian, mainan, dan teman didominasi ala anak laki-laki hehey.

Me 10 Years Old and Sister
Saya dan adik perempuan yang memakai kaos biru pada gambar di atas, kaalu main kelereng itu paling jagoo deh, gobagsodor, kopral (lempar batu dengan batu), main layang-layang, sampai menjaring ikan di selokan pakai saringan teh hhihi. bisa dibayangkan paras muka kami seperti apa, ala pembalap (pemuda berbadan gelap), biar dech masa kecil tidak akan terulang lho. orangtua pastinya sampai geleng-geleng melihat tingkah kami, tapi membiarkan kami bermetamorfosis sendiri pas sudah dewasa dan mengerti asmara, ciyeeee :-D

Saat SD dan Tomboy
Maaf sekali ini foto saking lamanya tersimpan rapi sampai-sampai membentuk peta lukisan yang cukup memperburam fotonya, tapi tanpa mengurangi esensialnya kan? saat SMA, saya mulai bermetamorfosis memakai rok dan gamis kecuali sekolah, itupun saat wisuda pelepasan anak-anak SMA.

Wisuda SMA
Lah, tapi di masa kuliah saya kembali bergaya campuran, suka memakai baju ala perempuan, tapi kemana-mana memakai tas ransel ala kura-kura ninja, make up sadanya, dan sepatu ketz, jilbab langsungang yang praktis, nyaman dech meskipun banyak yang geleng-geleng kepala lihat my style tapi say PD juga.

Akhwat Tomboy "Simple Girl"
Metamorfosis penampilan sayapun berubah saat sudah bekerja sebagai guru, sudah mengerti pentingnya sebuah penampilan sebagai pemikat awal saat mengajar hihi, gaya ya. namun saya percaya semua ada masanya dan saat kedewasaan menghampiri, maka perubahan menuju lebih baik akan nampak dan dalam perjalanannya sangan penuh warna, dari hitam, merah, biru, hijau, hingga cokelat, hehehe.

Me, 25 Years Old



Sabtu, 26 September 2015

Idul Adha 2015: Pesta Dolong, Dikunjungi Murid, Kumpul Keluarga

Happy Idul Adha ^_^
Beberapa hari yang lalu, umat Islam telah sedang merayakan Iedul Adha 10 Dzulhijjah dimana salah satu tradisinya adalah menyembelih hewan qurban, hmmmkasihaan itu nasib hewan qurban, bahkan di Berita ada seekor sapi yang sangat sadar tiak mau isembelih sampai kabur dan memilih terjun ke sumur sedalam 5 meter sehingga akhirnya disembelih di dalam sumur tersebut baru kemudian diangkat ke atas, insyaAllahsurga buat para hewan qurban yang ditakdirkan mengikhlaskan dagingnya setiap tahun.

Biasa, di pagi hari rempong beresin rumah, setrika baju shalat, nyuci baju, nyiapin perlengkapan si kecil, gak pake masa soalnya ibu mertua sudah masak besar hihi, dasar menantu yang gak bisa masak saya ini ya aduuuh. setelah shalat ya...makan-makan lauk Dolong disantan, lha mau pesta sate  tapi belum dapat daging. eh tau tidak dolong itu apa? itu lho unggas mentog, mirip bebek tapi agak gemukan, mirip angsa tapi lehernya pendek, lho hehey.

Setelah itu sekitar jam 09.00 Wita, tiba-tiba rumah digemparkan oleh kedatangan rombongan murid-murid MTs Al Hikmah yang memang sudah pesan dari kemarin kalau mau berkunjung ke rumah,, tapi tidak menyangka hampir dua kelas dan memang saya mulai dekat dengan mereka. entahlah berasa jadi guru spesial atau mungkin guru yang sering dikerjai juga hihi dasarr aank-anak. GR ya, padahal mereka juga mengunjungi guru yang lain karena saat Idul Fitri sulit melakukan kunjngan lantaran mudik.

Setelah saya todong, eh ternyata ada juga yang bawain saya lontong sayur beserta buahnyaaa.. tahu saja kalo gurunya ini belum masak ya,, lho bu guru kan bercanda,,,tapiii terimakasih pemberiannya hahahay. tapi maaaaf nak kanaaak suguhannya hanya snack ala anak-anak dan air jernih yang menyehatkan serta halal saja. next time kita bikin kudapan makanan dan minuman bareng yuk, tapi tunggu bu aqia punya Rumah ya, soalnya ini kosan bisa gempa kalau tiga kelas pada kumpul.

Saya bersyukur bisa beraktivitas sebagai guru kembali meskipun belum full, Fafa bisa diajak kerjasama sehingga tidak mengabaikan tugas sebagai seorang ibu juga. semoga apa yang saya lakukan ke depan barakah Amin.

Siangnya,,, dapat panggilan untuk membantu masak dan mengolah daging di rumah mertua. siap-siap busiiing dengan bau daging tapi seneng juga pas matang mari berpesta ,,, Happy Ied Mubarrak

EF#27: Simple Seven Habits of Me, That Change My Life

credit
Long time no participation at weekly challenge of BEC Group and I know this post is too late but nevermind cause I want to start again exercise about writing in english.

Last week the theme about Simple Habits That Change My Live,  so I want to share about the simple of me, I hope its useful for readers.

  1. Breakfast. my parent habituate to breakfast at the morning to discover some energy and speed up our activity, fresh. althought just drink a glass of milk and bread or egg, its enough.
  2. Smile. smile is the simple one religious service yeah. smile can make our heart and other people heart feel calm.
  3. Be Patient. I know for emoional controlling is dificult but I try to do it everyday until I can realize next time. the procces more important than result
  4. Greeting. Say Assalamu'alaikum or the other greeting same with give the best prayer to other people, someone feel happy and love with friendly personal.
  5. Reading.  I like reading Alquran,  inspiratif story, kids story, and funny story cause I always feel amazed with plot, actor, and the writer. my favorite writer is Dewi Rieka, Dian Kristiani, Meti Herawati, Dee Lestari, etc.
  6. Sleeping on the day before afternoon. everyday I need sleeping on the day although just fifteen minutes. I think quality rest more important better thanhow long I take a rest. a benefit of sleepeng, after that I feel fresh and at the night I can write a blog without sleepy.
  7. Appreciate about Time. time is running around so fast and never comeback, so lets value the time with learn of time management. try to do something on time, fulfill a promise, give the best precious about me.
Hmmm, truelly manything about my habbits can change the life, but I think enough for this challenge. how bout you guys?

Rabu, 23 September 2015

Weekend ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pengambengan

Weekend kali ini kami memang berencana tidak ke Tower namun berpindah haluan ke pelabuhan untuk hunting ikan, kabarnya lagi banjir ikan laut dan juga kenus (cumi-cumi). terakhir ke Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan ituuuuu Desember tahun 2012 hehe setelah menikah.

Pukul 07.15 Wita kami bertiga berangkat, namun sinar mentari sudah begitu terang nan panas. vitamin D bercampur ultraviolet siap menyongsong bumi, Hot pokoke. salutnya para nelayan seolah-olah menjadi juara atas dahsyatnya panas, bertarung melawan arus dan peluh beban di pundak. 
Nelayan dan Keranjang Ikan
Fafa sangat senang ketika berada di Pelabuhan, mungkin baginya ini kali pertama berada di tempat yang penuh dengan perahu, motor, pedagang ikan, bau amis, dan kotor. namun satu yang ada dalam pikirannya adalah ingin turun ke bawah menikmati main air, terbukti dari ucapannya aiir...airr..air...hahay.

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pengambengan ini merupakan tempat yang digunakan sebagai pusat bahan produksi sarden yang akan diolah di pabrik-pabrik yang berada di sekitar pelabuhan. Pengambengan memang terkenal dengan pabrik sardennya, ada puluhan pabrik yang berproduksi di bidang pengolahan ikan menjadi sarden dan tepung ikan. ikan menjadi sumber pendapatan tinggi di sana. semakin banyak ikan semakin banyak petes (uang), semakin tajam bau ikan itu dianggap rejeki yang akan melimpah.
Fafa dan Pantai Love It
Membeli ikan di Tempat pelelangan tentunya memiliki beberapa keuntungan, yaitu ikan yang dibeli fresh dari laut jadi belum mengalami post rigor, jenis ikannya lebih bervariasi, harganya lebih murah bahkan dapat bonus tambahan ikan juga, kayak kami kemarin apalagi suami mengenal pemilik agen ikan tersebut. sekresek hitam dengan isi ikan mata belok, ikan lemuru, ikan slengseng, dan ikan layur dalam jumlah yang lumayaan harganya cuma Rp 15.000,00, bahkan si cumi-cumi yang gurih sekilo hanya Rp 20.000,00 lho, yuk mari diborooong hmm.

Pedagang Langganan Suami
Tidak terasa hampir satu jam berada di Pelabuhan tapi perut sudah ja menyanyi minta diisi. kami pulang dengan membawa satu kresek hitam ikan segar siap dibakar. kami juga sering dapat kiriman ikan dari murid les yang orangtuanya adalah seorang nelayan, rejeki guru sholeh hehe.

Di rumah, kakek telah mempersiapkan bara api untuk bakar ikan, nenek menyiapkan nasi, sambal terasi mentah, dan lalapannya, suami membantu menyiapkan bumbu, si om Langgeng juga ikut nyiapin keperluan lesehan pribadi nanti. terus dakuw??? yaaa jadi mandor dunk alias nyuapin, mandikan, dan jagain Fafa supaya tidak ke tempat bakar ikan, lha dia suka nangkring dekat bara api kan bisa bahaya hahay.
Para Koki Ikan Bakar Lesehan Pribadi
Hmmmmm...bau ikan sungguh mengundang kelenjar saliva untuk menelan ludah, asap yang mengepul dari nasi, bau sambal mentah dengan aroma jeruk limau, lalapan kemangi dan terong juga tak tertahankan ni tangan dan mulut segera menyerbunya, wow yummyyyy ^_^. tidak perlu mahal dan tidak usah jauh-jauh ke tempat lesehan jika ingin menikmati lazisnya ikan bakar ini.

Menikmati ikan bakar di halaman samping rumah, ditemani pepohonan dan semilir angin cukup meningkatakan nafsu makan juga nih, habis itu kenyang, bobok cantik deeeh..alamat gagal dan lupa diet kalau ketemu dengan ikan bakar yang ditemani sambal maknyus. khilaf dan n kalap hihi
Selera Nusantara Banget