Minggu, 18 Januari 2015

Hikmah Kehilangan

i.mobavavtar.com
Malam ini tiba-tiba teringat pengalaman awal Tahun 2012 lalu, saat kehilangan material yang hampir menghilangkan nyawa jika Allah menghendaki.

Ceritanya sore hari aku dan adik perempuanku Richa hendak kembali ke Malang, sebelumnya Ibu sudah menahan untuk balik hari Senin saja karena cuaca mendung gelap, tapi aku kan mengajar Senin pagi banget karena ada Upacara bendera, jadi kami tetap berangkat.

Sampai di Mojopahit hujan mengguyur dan kamipun berhenti sejenak. seperti biasa, selama perjalanan kami habiskan dengan ngobrol, sebab bisa-bisa tertidur sopirnya kalau sama-sama diam. saat itu yang menyetir adalah adikku. 

Awalnya lancar karena jalanan lengang dan traffic lightnya mati, namun tiba-tiba saat sampai daerah Pandaan, motor kami dipepet oleh pengendara motor Yamaha Vixion dan mengambil tas kami yang diletakkan di bagian rongga motor Mio kami. kami seperpti terhipnotis dan tak mampu mengejar sampai akhirnya kami melaporkan ke Polres Gempol tanpa hasil, hanya mendapat Surat kehilangan SIM dan STNK siapa tahu ada operasi lalulintas.

Takut, kaget, dan syukur bercampuraduk saat itu. Takut dimarah orangtua karena STNK hilang, malam-malam baru bisa jalan menuju Malang lagi dan perjalanan masih jauh, kaget dan trauma setiap ada motor yang hendak menyalip kami, bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan hidup. ndak kebayang jika kami dirampok dalam eadaan berhenti atau kendaraan ramai bisa-bisa harta dan nyawa kena semua, Astaghfirullah.

Biarlah baju, dompet, hardisk external hilang meskipun menyesal karena semua data kuliah, lomba, film, musik yang ada di laptop telah aku cut di hardisk tersebut, so hilang deh huuaaa...mencoba ikhlas.

Ternyata korbannya tidak hanya kami, jarak berapa jam ada dua mahasiswi yang mengaku dipepet motor yang sama dengan kejadianku bahkan mereka kehilangan laptop, dompet, dan lain-lain, syukur double deh aku. mesti waspada selalu selama perjalanan, apalagi korban kebanyakan perempuan yang biasanya pelan mengendarai motor.

Bersyukur lagi isi dompetku kembali karena emang ndak ada uangnya sepeserpun, kasihan ya. ada orang baik yang mengembalikannya karena dalam dompet terdapat nomor Hp aku (penting mencantumkan nomor Hp di dompet lho), ATM aman karena kata sandinya tidak memakai tanggal kelahiranku yang tercantum di KTP, SIM, STNK kembali dengan selamat dan tidak perlu mengurus lagi karena pasti ribet.

"Allah akan mengganti yang hilang dengan yang lebih baik, ternyata benar ". Hikmah lain paska  kehilangan pencopetan beberapa minggu lalu, aku dilamar oleh pria yang kucintai dan mendapatkan perhiasan serta kebahagiaan peningkatan status hubungan kami, Alhamdulillah ^_^.

Benar-benar pengalaman yang tak ingin terulang, dengan pengalaman ini au lebih hati-hati dalam mengendarai motor, selalu pantau spion, simpan barang berharga pada tempat yang aman dan gantung terus tasnya di punggung deh,, aman *_*, save our traveling okey.

2 komentar:

Dewi Rieka mengatakan...

Ngeri yaaa..kebayang deh deg2annya..semoga kita selalu dilindungi Allah ya mak..aamiin

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

Amin.........traumanya sampe sekarang mbk..mending lewt jlan rame dah dripada sepi hihi...