Minggu, 08 Februari 2015

Believe Me, Please!

"Kepercayaan adalah satu-satunya yang bisa membuatku bertahan atas Keputusan yang kuambil"

credit
Kita pasti pernah mengalami fase mencari jati diri maupun potensi yang kita miliki agar bisa dikembangkan menjadi sebuah prestasi yang membanggakan. mengambil langkah yang tak terduga namun memiliki resiko yang membuat hati susah.

Aku pernah mengalaminya saat masih kuliah Tahun 2005 lalu, mungkin karena jenuh, gengsi, atau tidak kuat sehingga pada Tahun 2006 Aku memutuskan untuk berhenti kuliah di salah satu Universitas negeri ternama di Malang. Aku pulang dengan tangisan yang hampir tak tau karena apa, merajuk kepada kedua orangtuaku yang tentunya mereka kecewa berat walau tak terlihat.

Ketika mereka menanyakan alasan mengapa pindah? Aku menjawab dengan yakin kalau ingin mencoba SPMB lagi dan memilih Jurusan Pendidikan yang sebelumnya Aku antipati sekali, oh iya saat di kampus negeri Aku ambil Fakultas Perikanan. akhirnya mereka mendukung.

Namun Aku gagal tembus SPMB dan akhirnya Aku memilih Kampus Swasta terbesar di Malang, tentunya biaya semakin mahal dibandingkan sebelumnya. bukan perhitungan, tapi saat itu memang kedua orangtuaku harus banting tulang menyekolahan 5 anaknya karena yang selesai pendidikan baru 1. awalnya beliau tidak setuju, namun Aku memaksa dan meyakinkan harus pindah dari Kampus Negeri yang jarang bisa masuk ke sana.

Aku tahu kekecewaan mereka namun Aku meyakinkan bahwa Aku bisa lebih baik dari sebelumnya, Aku akan buktikan. kalau kendalanya ada pada uang, maka Aku akan berusaha mencari uang untuk membiayai sebagian uang kuliah dan mencari beasiswa. mereka hanya mengiyakan meskipun lemah.

Empat tahun Aku mengalami suasana batin yang tak menentu, setiap pulang selalu disindir coba tidak pindah pasti sudah semester sekian, atau sudah lulus seperti si "Dia", jurus membandingkanpun keluar dan membuatku mendempis di kamar. saat minta uang, Akupun maju mundur antara berani dan tidak, bahkan terkadang Aku minta di bawah list kebutuhanku. namun Aku harus berdamai dengan diriku, jangan larut dan terpuruk tapi mencari cara untuk bisa bertahan tanpa membebani kedua orangtuaku.

Hingga akhirnya Aku berkumpul dengan komunitas Diskusi Ilmiah yang bergerak dalam berbagai lomba dan dunia kepenulisan, perlahan Aku belajar menulis dari yang dibilang Juara karena nempel nama senior sampai Aku bisa berdiri sendiri dengan ide dan karanganku untuk menjadi Juara.

Aku yakinkan dalam diri bahwa melalui menulis, Aku bisa meluruhkan batu yang ada pada hati orangtua dan sebagian keluargaku yang kurang mendukung keputusanku dulu. dari berbagai lomba tersebut Aku sering mendapatkan uang pengganti, beasiswa, dana hibah, dan lain-lain, IPK selalu unggul, bahkan Aku menjadi Mahasiswa Berprestasi tingkat Kopertis VII sampai akhirnya dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun 2010.

Sedikit demi sedikit senyum kedua orangtuaku tersungging, kepercayaan demi kepercayaan terpupuk kembali dengan kabar gembira prestasi yang kuraih, memang ekspresinya datar bahkan tak terpikir untuk memberiku hadiah, namun Aku tahu kalau mereka senang dengan apa yang kuraih. Kepercayaan mereka selama empat tahun itulah yang membuatku bersemangat untu membuktikan bahwa Aku bisa lebih baik dan menempatkan beliau di tempat duduk kebanggan para lulusan terbaik Kampus ini.

Terimakasih Ayah dan Ibu, terus berikan kepercayaan agar kelak anakmu bisa menyumbangkan kesuksesan demi kesuksesan yang lain untuk membahagiakan dan membanggakan kalian, Amin. saat ini biarkan anakmu ini berproses melangkahkan kaki dengan pasti di bawah Ridho kalian.


8 komentar:

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Apapun yang dilakukan tetap saja tujuannya satu : membuat orang tua bahagia ya mbak..:)

Santi Dewi mengatakan...

bisa membuktikan diri terutama pd ortu adalah hal yg membanggakan ya mak...
salam kenal :)

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

mbk nurul......bener bnget...mskipun begitu rasanya apa yg kita lakukan tak sbanding apa yg mreka korbnkn y mbk..hiks

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

mak Santi....yupz bagi dakuw it yg trpenting ^_^..trimkash sudah mampir y mak..salam kenal juga

Armita Fibriyanti mengatakan...

Salam kenal Mba Zaqia. Pelangi ada setelah hujan yaa... alhamdulillah sekarang fase tersebut sudah terlewati ya

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

salam kenal juga mak Armita....bener bngt deh...sabar dan berproses ^_^

suria riza mengatakan...

Bahagianya bisa membuat orang tu7a bahagia :")

makasih ya mak dah ikutan :*

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

iya mbk suria riza..trimakash sudah mampir ya..sama2 senang bisa ikutan