Kamis, 19 Maret 2015

5 Cara Melindungi Diri saat Praktikum di Laboratorium Kimia

Bahan Kimia
"Laboratorium Kimia UI meledak saat melaksanakan praktikum, puluhan Mahasiswa farmasi luka-luka di bagian wajah maupun badan, karena menjadi korban, diduga penyebabya adalah suhu dan tekanan yang meningkat dalam tabung saat melakukan destilasi!"

Berita tersebut cukup membuatku bergidik, tak bisa dibayangkan luka lahir dan batin yang diderita sang korban, yang jelas putus asa dan minder menghadapi cobaan, apalagi mereka dalam masa menggali potensi sebagai Agen Generasi masa depan. namun malang tak bisa diuntung, musibah tak bisa diundur.

Berita tersebut mengingatkanku saat menjadi salah satu Asisten Laboratorium Kimia di Kampus, padahal Aku di Jurusan Biologi. ketika ditanya mengapa memilih berada di Lab. Kimia padahal resikonya lebih tinggi dan dikelilingi bahan-bahan yang siap menyebarkan efeknya? tapi Aku tetap memilih Lab.Kimia untuk mengabdi.

Bahan-bahan kimia tidak hanya terdapat di Laboratorium Kimia saja, namun di Laboratorium Fisika dan Biologi juga ada meskipun dengan jumlah dan jenis yang terbatas. Bahan kimia ada yang bersifat oksidator, asam, basa, reaktif terhadap air, beracun, menimbulkan ledakan, kebakaran, reduktor, dan lain-lain. 

Tentunya sifat-sifat tersebut membahayakan dalam jangka pendek maupun panjang, sehingga perlu melakukan pencegahan atau berbagai cara untuk melindungi diri saat praktikum di Laboratorium Kimia sesuai pengalamanku, diantaranya:
  1. Mengetahui sifat bahan. sebagai praktikan harus aktif menanyakan bahan dan sifatnya  kepada asisten sebelum melakuakn praktikum. untuk asisten tentunya sudah mempelajarinya terlebih dahulu. Bahan yang mengandung B3 berbahaya, sedangkan yang non B3 lebih aman.
  2. Memakai Jas Laboratorium. alat ini wajib dipakai ketika memasuki Laboratorium supaya tubuh terlindungi dari zat-zat kimia yang berbahaya.
  3. Memakai sarung tangan dan kaos kaki. bahan kimia ada yang mengakibatkan iritasi jika terkena langsung oeh kulit, sehingga perlu alat proteksi untuk tangan. sedangkan kaki wajib bersepatu dan memakai kaos kaki.
  4. Memakai kaca mata atau pelindung kepala. untuk menghindari percikan zat kimia dan bahan iritan supaya tidak terkena mata atau wajah.
  5. Berhati-hati saat melaksanakan praktikum. membaca cara kerja seteliiti mungkin sehingga tidak ada tahapan terlewati atau ukuran bahan yang tidak sesuai.
Musibah memang tidak bisa dihindari, namun mencegah dengan cara proteksi diri akan meminimalisir bahaya yang terjadi, praktikum tenang, lancar, dan aman tentunya.



2 komentar:

HM Zwan mengatakan...

ngeri juga ya mak,saya dulu praktikumnya bawa orang buat dites bukan bahan kimia hehehe

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

waw...psikologi iya mak? hu'um nih penuh resiko hmmm