Selasa, 16 Juni 2015

Kalau tidak Sekarang, Kapan Lagi?

gambargambar.com

Apa yang terlintas dalam pikiran ketika melihat gambar di samping? tetunya unik dan kepengeeen lah hahay... Amin 

Beberapa tahun lalu, aku dan suami yang kebetulan adalah penggemar "Bus" merencanaakan rumah impian berbentuk Bus dan property dalam rumah juga mirip dalam Bus, hmmm. 

whateverlah Istri manut wae. sekarang masalahnya adalah lahan yang menyempit dan harganya selangit? Rumah tanpa lahan tentunya mustahil, kecuali Rumah Balon Udara seperti dalam Fillm Animasi "UP" ya.

Impian tetaplah rencana yang harus diwujudkan ke depannya, so Ikhtiar waelah dulue insyAllah rejeki gak akan kemana ya Bojoku ^_^.

                             ^__^

Dua hari ini rumah rame karena ada paman dan bibi dari Denpasar berkunjung ke sini, tujuannya ada dua hal. pertama, Silaturrahim tentunya dan yang kedua, survey tanah di lokasi kompleks perumahan tempat tinggalku di BTN-Negara.

Sungguh terkejut dan cukup geleng-geleng kepala dengan harga property lahan yang semakin lama semakin sempit ini harganya pun biikin mata sipit n kantung sempit..Ya Salaam kyak apa nanti pas zaman anak cucuku, ups lha anak ja masih 1 thun umurnya haha.

Tapi, klo gak sekarang kapan lagi? "kata Paman." 

Iya juga ya itu baru tanah, belum rumah hmmm padahal "papan" adalah salah satu kebutuhan pokok manusia tapi betapa sulitnya untuk memenuhinya hingga rumah karduspun jadi pilihan. Bagi yang berduit, rumah sampai berlebih-lebih tapi gak da yang mau disumbangin ke aku ya?* Lhoh...!

Di Denpasar, tanah sudah hampi 1 M/are, seperti apa wajah dan rupanya ya? sementara di pedesaan tanah sudah 50 juta /are, amazing .

Apa yang akan ku gadaikan untuk membeli lahan tersebut? hmmm...memang ada benarnya aset  bermanfaat untuk anak dan cucu selain ilmu, amal jariyah, dan anak sholeh adalah Tanah dan rumah, karena harga yang semakin naik dari bulan ke bulan.

semoga suatu saat segera mendapat rejeki halal untuk memenuhi impian kami tersebut, Amin

Tanah

4 komentar:

Pakde Cholik mengatakan...

Betul, harus diupayakan memiliki rumah pribadi.
Makin lama harga tanah dan rumah akan semakin mahal
Saya dulu (1998) nyicil rumah selama 2 tahun, total sekitar `124 juta.
Sekarang sedang saya tawarkan 3,5 M
Semoga segera laku karena saya akan pindah ke desa.
Salam hangat dari Jombang

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

betul pakdhe cholik: wah saya kpngen di Kota pakdhe cz uda mrasakan dppedalaman Papua hehe..pakdhe Jombang mana kah?

Ara AnggARA mengatakan...

bener tuh
kalau nggak sekarang ya kapan lagi

tanah dan rumah itu udah jadi kebutuhan primer
dan makin lama pasti harganya makin mahal, nggak mungkin makin rendah.

btw, konsep rumahnya bis
unik juga kalau jadi kenyataan

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

Ara AnggAra: Amin,,,imipian boleh lah melambung dulu hihi..

thanks dah mampir di blogku