Minggu, 14 Juni 2015

Review Movie Frozen: Cinta Meluluhkan Hati yang Beku

Sudah lama pengen nonton Animasi Frozen ini, namun baru kemarin sempat nonton, biasa Mama rempong sama anak, hmmm.

Walt Disney tidak pernah kehabisan ide untuk membuat animasi dengan cerita dan karakter yang unik hingga memikat hati anak-anak hingga dewasa untuk menontonnya. Film ini diadaptasi dari dongeng "The Snow queen" dengan karakter Puteri sebagai pemeran protagonis dengan pangeran tampan nan baik hati sebagai pendampingnya.

Film ini dirilis pada Bulan November 2013 lalu, animasi bersifat drama musical dengan lagu andalannya "Let it Go" dan "For the First Time in Forever". Frozen menceritakan tentang kisah kakak beradik Puteri Kerajaan Arendelle Elsa dan Anna dimana sang Kakak memiliki  sihir untuk merubah apapun menjadi es dan salju, indah namun tak dapat mengontrol kekuatannya. kemampuannya telah melukai tubuh sang Adik, sehingga orangtua mengisolasi kehidupan Elsa dan Elsa menutup diri dari Dunia luar karena takut melukai orang lain.


Setelah Ayah dan Ibunya meninggal karena badai di lautan, maka Elsa dipersiapkan menjadi Ratu Kerajaan Arendelle. saat penobatan terjadi sesuatu yang tak diharapkan, Elsa tidak dapat menahan emosinya dan mengeluarkan kekuatan sihirnya dan memberikan musim dingin yang panjang Kerajaan, kemudian Dia kabur ke bukit untuk mendirikan Istana Es dan merasa bebas dengan kekuatannya meskipun Dia belum mengetahui dampak buruk yang ditimbulkan.


Anna yang merasa bersalah atas semua kejadian itu, mencari sang Kakak bersama Kristof, Sven, dan manusia salju "Olaf" dan berharap Mereka bisa seperti dulu lagi bermain salju bersama dan menerima bagaimanapun keadaan kakaknya yang memiliki sihir menjadi saudara seutuhnya.


Pada umumnya sesuatu yang dingin itu menyejukkan, kita lebih suka musim dingin daripada musim panas bukan? namun tak selamanya dingin itu indah. dingin yang berlebihan mengakibatkan kebekuan. beku badan mungkin tidak masalah, namun apa yang terjadi jika hati kita yang beku? hmm.. dan Cinta serta asih sayanglah yang bisa meluluhkan dan memecahkan gunung es tersebut. pada akhirnya sihir itu bisa dikendalikan karena mendalamnya kasih sayang kakak beradik tersebut.

Chris Buck (Director film animasi Tarzan) dan Jennifer Lee (Screenwriterfilm animasi Wreck-it-Ralph) membuat Film ini dengan sempurna melalui dunia fantasi yang diciptakan seolah-olah nyata dipadukan dengan aransemen musik indah khas Christophe Beck (Music Composer film animasi pendekPaperman) semakin menambah pesona.

Film ini tergolong ringan dengan plot sederhana memudahkan penonton memahaminya, konflik juga tidak terlalu banyak jadi bagus untuk anak-anak. kekurangannya di sini justru adanya adegan ciuman yang dilakukan tokohnya. seolah-olah film animasi yang notabenenya ditonton anak-anak tidak ada batasannya dan jadi hal yang wajar. bahkan animasi "Rio" burung biru juga ada adegan tidak pantasnya jadi gagal image deh.


4 komentar:

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

gak ada bosennya liat film ini.. :)

Ridha Harwan mengatakan...

Saya jadi ingat kalau ada yang pernah buat Meme tentang bawang merah dan bawang putih dari film Frozen ini. Belum nonton filmya.

Serly mengatakan...

sepupu saya suka film ini

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

mbk nurul: hu'm mbk apalagi denger lagunya yg let it go....hmm

Ridha : wah keren tuch,,,,modifikasi jadinya

Serly: anak-anak bnget tpi buth bimbingan yg dewasa lhow cz ada cinta2an..hmmm geleng2 kpala