Minggu, 05 Juli 2015

Hikmah Sebuah Peristiwa di Taman Kota


Senyuman Bahagia Fafa :-*
Hari Jum'at pagi buta, Fafa merengek minta jalan-jalan naik sepeda motor, padahal saat itu Mama dan Ayah masih mengantuk habis makan sahur dan shalat subuh, belum lagi masakin sarapan buat Fafa, hihi ketahuan deh kebiasaan buruknya, jangan ditiru ya :-D. 

Sejak Ayahnya pulang dari Papua memang ya Fafa ini, nempel banget lho kayak lem tapi ada maunya juga sieh, minta keliling ...hmmmm anak Zaman sekarang ya gak betah banget di rumah, kenapa ya?hihi sama kayak emaknya juga lho sebenarnya.

Nemplok Ayah
Akhirnya kami bertiga melaju menembus dinginnya pagi dan menerobos kabut tebal untuk meluncur ke Taman Kota berbekal jaket dan semangkok menu sarapan buat si kecil, br..brrr..brrr serasa di kutub. bisa ditebak, Fafa langsung sumringah saat melihat sepeda angsa yang diparkir di tepi danau. ingin naik namun sayang tidak terurus hingga rusak. berlanjut memandangi burung parkit yang bebas terbang dan hinggap di atas rumput indah yang tertanam rapi disekitar Taman bermain.

Taman Kota ini biasa disebut Tower. entah mengapa, apa mungkin ada bangunan tinggi yang mirip tower ya? di sana menjadi Pusat kegiatan santai keluarga terutama saat weekend, karena selain praktis juga ekonomis ditambah pemandangan yang asri. di sana ada Taman bermain untuk anak-anak,  tempat duduk santai, rumah pasir, wahana jogging, skateboard, wifi, lapangan untuk pertunjukan band, tempat pemeriksaan kesehatan gratis, juga sebagai tempat latihan beberapa jenis olahraga,dan lain-lain. yang paling penting juga pengamen dan pengemis gratis jadi bisa fokus family time.

Fafa paling suka naik prosotan, ayunan, dan ruang warna warni seperti dalam penjara, berlarian sambil teriak heboh, sampai ngupil juga sempat dia lakukan pas naik prosotan hihi, Al hasil ndak mau pulang deh apalagi ketika banyak temannya yang ikutan main, senengnya sampai mringis unjuk gigi.
Ngupil Dulue Biar Keluar Mutiara :-D
Ngelamun Euy
Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba kami didatangi oleh dua pemuda kira-kira berumur 14 tahun dan menanyakan apakah kami kehilangan dompet? kamipun menjawab tidak dan menyarankan membuka kartu identitas dalam dompet.  Tebal dan berisi berbagai macam kartu, namun tidak ada alamat lengkap maupun nomor telepon yang bisa dihubungi.

Mereka berdua tampak bingung harus bagaimana, karena mereka harus segera pulang. menunggu pemilik dompet tidak kunjung datang juga. akhirnya kami sarankan untuk dititipkan pada pegawai yang ada di gedung dekat Taman, kemudian mereka berdua pulang

Bangga deh dengan kejujuran mereka, kalau boleh nakal itu dompet bisa saja diambil isinya kemudian dibuang, tapi bagi kedua anak laki-laki tersebut pantang untuk mengambil sesuatu yang bukan miliknya. salah satu yang membuatku betah di sini adalah minimnya angka pencurian, baik motor yang diparkir dengan kunci menggantung di halaman rumah, dompet yang jatuh, tetap aman. semoga trus seperti ini ya, Amin :-)

Kebalikan dari yang pernah kualami 3 tahun lalu saat motor Mio yang kukendarai bersama adik, dipepet oleh pria tak dikenal yang mengendarai motor Vixion dan mengambil tas kami, membuatku sadar akan pentingnya waspada di setiap tempat, menjadi pelajaran berharga yang tak terlupakan.






4 komentar:

liya aliycia mengatakan...

ngupil nih :D

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

liya: sensooorrr hihihi

Hendra Alfarisi mengatakan...

Emang tugas di Papua ya?? Berarti lebaran ngumpul dong ya?! Senengnya yaa...

Biasa, bocah segitu emang hobi keliling naik motor, sama kayak anak saya sewaktu kecil dulu.

Kalo ngupil gitu ngikutin emaknya juga nggak tuh?? Hehehe...

Masih ada ya orang-orang yang jujur, disaat sebuah kejujuran sudah sangat langka... Itu daerah mana yaa

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

Hendra: iya menjadi guru di papua barat.....Alhamdulillah ini sudah kumpul

betul banget sudah bisa jalan gak bisa diem

haha itu dah buah yang jatuh gak jauh dari pohonnnya how..haha

Alhamdulillah...smoga 2 pemuda itu mndapatkan hidup yg berkah pula