Rabu, 23 September 2015

Weekend ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pengambengan

Weekend kali ini kami memang berencana tidak ke Tower namun berpindah haluan ke pelabuhan untuk hunting ikan, kabarnya lagi banjir ikan laut dan juga kenus (cumi-cumi). terakhir ke Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan ituuuuu Desember tahun 2012 hehe setelah menikah.

Pukul 07.15 Wita kami bertiga berangkat, namun sinar mentari sudah begitu terang nan panas. vitamin D bercampur ultraviolet siap menyongsong bumi, Hot pokoke. salutnya para nelayan seolah-olah menjadi juara atas dahsyatnya panas, bertarung melawan arus dan peluh beban di pundak. 
Nelayan dan Keranjang Ikan
Fafa sangat senang ketika berada di Pelabuhan, mungkin baginya ini kali pertama berada di tempat yang penuh dengan perahu, motor, pedagang ikan, bau amis, dan kotor. namun satu yang ada dalam pikirannya adalah ingin turun ke bawah menikmati main air, terbukti dari ucapannya aiir...airr..air...hahay.

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pengambengan ini merupakan tempat yang digunakan sebagai pusat bahan produksi sarden yang akan diolah di pabrik-pabrik yang berada di sekitar pelabuhan. Pengambengan memang terkenal dengan pabrik sardennya, ada puluhan pabrik yang berproduksi di bidang pengolahan ikan menjadi sarden dan tepung ikan. ikan menjadi sumber pendapatan tinggi di sana. semakin banyak ikan semakin banyak petes (uang), semakin tajam bau ikan itu dianggap rejeki yang akan melimpah.
Fafa dan Pantai Love It
Membeli ikan di Tempat pelelangan tentunya memiliki beberapa keuntungan, yaitu ikan yang dibeli fresh dari laut jadi belum mengalami post rigor, jenis ikannya lebih bervariasi, harganya lebih murah bahkan dapat bonus tambahan ikan juga, kayak kami kemarin apalagi suami mengenal pemilik agen ikan tersebut. sekresek hitam dengan isi ikan mata belok, ikan lemuru, ikan slengseng, dan ikan layur dalam jumlah yang lumayaan harganya cuma Rp 15.000,00, bahkan si cumi-cumi yang gurih sekilo hanya Rp 20.000,00 lho, yuk mari diborooong hmm.

Pedagang Langganan Suami
Tidak terasa hampir satu jam berada di Pelabuhan tapi perut sudah ja menyanyi minta diisi. kami pulang dengan membawa satu kresek hitam ikan segar siap dibakar. kami juga sering dapat kiriman ikan dari murid les yang orangtuanya adalah seorang nelayan, rejeki guru sholeh hehe.

Di rumah, kakek telah mempersiapkan bara api untuk bakar ikan, nenek menyiapkan nasi, sambal terasi mentah, dan lalapannya, suami membantu menyiapkan bumbu, si om Langgeng juga ikut nyiapin keperluan lesehan pribadi nanti. terus dakuw??? yaaa jadi mandor dunk alias nyuapin, mandikan, dan jagain Fafa supaya tidak ke tempat bakar ikan, lha dia suka nangkring dekat bara api kan bisa bahaya hahay.
Para Koki Ikan Bakar Lesehan Pribadi
Hmmmmm...bau ikan sungguh mengundang kelenjar saliva untuk menelan ludah, asap yang mengepul dari nasi, bau sambal mentah dengan aroma jeruk limau, lalapan kemangi dan terong juga tak tertahankan ni tangan dan mulut segera menyerbunya, wow yummyyyy ^_^. tidak perlu mahal dan tidak usah jauh-jauh ke tempat lesehan jika ingin menikmati lazisnya ikan bakar ini.

Menikmati ikan bakar di halaman samping rumah, ditemani pepohonan dan semilir angin cukup meningkatakan nafsu makan juga nih, habis itu kenyang, bobok cantik deeeh..alamat gagal dan lupa diet kalau ketemu dengan ikan bakar yang ditemani sambal maknyus. khilaf dan n kalap hihi
Selera Nusantara Banget


 


2 komentar:

Kharisma Rosalina mengatakan...

Ngilernya liat sambel! hihi

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

mbk Kharisma: yuk mariiii makaan *_*