Rabu, 18 November 2015

Membaca untuk Menulis

Aku dan Buku
Sebulan sudah saya absent dari dunia blogger karena harus menyelesaikan job sebagai copywriter, selain itu sempat patah semangat juga karena sudah sering ikutan lomba tapi ndak menang-menang hihi modus ya....

Nah, sekarang mencoba bangkit kembali hunting lomba-lomba blog lagi, do'a dan ikhtiar semaksimal mungkin. okey, sekarang ingin ikutan Sanwa Comeback Giveaway dengan tema kegiatan yang paling disukai selama ini beserta alasannya. sejujurnya diantara semua tema itusaya sukai dan ingin sekali saya kuasai, namun sudah mundur duluan karena merasa diri tiada bakat di bidang-bidang tersebut terutama dalam bidang design dan handicraft hahay. ketika mengetahui salah satu tulisan teman yang dimuat di majalah atau menang lomba, rasanya hati ini pengen berpacu untuk mencoba. ketika banyak buku terpajang di perpustakaan ingin sekali terbaca habis. dan kegiatan yang sering saya lakukan adalah membaca berbagai macam genre buku.
"Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan"              Qs. Al-'Alaq ayat 1
 Namun semua ada masanya memang, mulai SMP saya suka membaca majalah Annida, UMMI, Tarbawi, Novel Islami, dan Novel Remaja karena kakak pertama aktif di ROHIS dan suka membeli buku-buku tersebut. kalau buku tentang Fiqih Sunnah dan Sirrah Nabawi masih terasa berat temanya untuk saya baca saat itu, buku-buku pelajaran tetap terbaca meskipun tidak secepat membaca buku genre lain. ketika SMA, saya memiliki teman yang suka menyewa buku komik dan novel dari luar negeri, biasanya suka saya pinjam bahkan saya juga mendaftar menjadi member di tempat persewaan buku. novel tebal pertama kali yang saya baca saat itu adalah Harry Potter karya JK. Rowling.

Perubahan kembali terjadi saat saya memasuki dunia perkuliahan, dimana saya harus dituntut untuk memiliki wawasan luas, wawasan tersebut bisa didapat jika kita suka membaca buku dan membaca lingkungan sehingga kepekaan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi disekitar kita bisa muncul. selain itu berawal dari keterpaksaan menjalankan tugas wajib berupa karya ilmiah menuntut saya untuk terus banyak membaca bukti sebelum menuliskan ide dan menyadarkan saya bahwa menulis bukanlah bakat, melainkan diasah dan dilatih hingga terbiasa. kegiatan membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang tidak terpisah.
"Jika ingin menjadi penulis, maka membacalah. Jika ingin menjadi pembaca, maka tulislah apa yang kita baca sebagai tindakan mengabadikan pengetahuan baru" By:Me
 Saat ini, saat saya telah bekerja dan berumah tangga. semakin banyak genre buku yang saya baca guna meningkatkan pengetahuan dan sebagai pemacu bahwa suatu saat saya harus bisa menghasilkan buku solo, karena selama ini hanya menulis antalogi. buku yang sering saya baca lebih pada ilmu parenting, embentuk keluarga sakinah, buku How to, dunia memasak, buku pendidikan, kisah inspiratif, buku muhasabah, dan lain-lain.

Membaca menjadi kegiatan yang tidak membosankan, kawan yang tidak pernah protes namun nasehatnya begitu nyata tanpa dibuat-buat, bisa memberikan semangat, tawa dan tangis di dalamnya. membaca bagai berenang di lautan ilmu tanpa batas. namun tetap semua harus disaring dan ditelaah dampaknya bagi pembaca. karena saat ini bacaan komik yang lucupun bisa memberikan dampak buruk bagi pembaca, tetap selektif selalu.

Happy Reading and Writing All

2 komentar:

Dewi Rieka mengatakan...

Membaca itu refreshing buat otak..

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

Dewi Rieka: betul jga mbak hihi..