Jumat, 12 Februari 2016

6 Hikmah Hidup Berpindah-Pindah (Merantau)

Credit
Judul artikel ini sepertinya agak alay ya tapi tidak apa-apalah sekali-sekali. wow, istilah apa itu merantau? kata tersebut mungkin istilah buat saya dan beberapa orang yang mengalami hidup berpindah-pindah, merantau dari tempat satu ke tempat lain untuk mencari labuhan hati, entah karena mengikuti suami atau mendapatkan tempat tugas sesuai kebutuhan daerah tersebut.

Memang saya baru mengalami tiga kali perpindahan tempat, namun saya merasakan banyak suka duka dan hikmah yang saya dapatkan. awalnya menolak dan menangis tidak rela ketika saya mulai nyaman di suatu tempat, namun terkadang juga merindukan tempat yang sebelumnya tidak disukai. Banyak hal baru yang saya pelajari, misalnya: hubungan sosial, budaya, bahasa, dan tentunya mamkanan khas setiap pulau berbeda-beda serta memiliki ciri khas masing-masing.

Seperti kutipan kalimat motivasi yang disampaikan oleh bapak Dahlan Iskan, bahwa Tuhan menaruh kita pada tempat dan posisi saat ini bukan tanpa tujuan, melainkan untuk menepa dan mengasah kita agar menjadi manusia sukses setelah melewati beberapa tantangan, pengorbanan dan air mata, serta zona tidak nyaman.

Ada beberapa hikmah yang saya dapatkan selama perjalanan hidup dari Mojokerto-Malang-Papua Barat-dan Bali, pasti seru dan asyik.

Pertama, Menemukan Keluarga Baru. Biasanya sesama perantau yang jauh dari keluarga besar akan menjalin Silaturrahim satu sama lain sehingga membentuk keakraban seperti keluarga sendiri. saat kuliah di Malang, sahabat saya dari Sabang sampai Merauke lho. ketika tinggal di Papua Barat kebanyakan didominasi Transmigran dari Jawa, Ambon, Makassar, Medan, dan Jayapura, jadi bisa dibayangkan variasinya namun bisa hidup rukun serta kekeluargaannya kental sekali.

Sahabat dari Sabang sampai Merauke
Pengabdian di Papua Barat
Keluarga Baru dari Sabang sampai Merauke di Papua Barat

Kedua, bisa menikmati makanan khas setempat. Setiap daerah memiliki makanan kas masing-masing dan bersyukur saya memiliki lidah omnivora, jadi makanan jenis baru apapun bisa masuk ke perut saya hihi. salah satunya adalah makanan khas daerah Indonesia bagian Timur, yaitu Papeda plus ikan kuah kuning. tidak semua pendatang bisa mengkonsumsinya karena teksturnya yang lengket dan lembek seperti lem. selain itu di sana ada sayur daun kambak, siput sungai, daging rusa, dan seafood. saya pernahh juga mengkonsumsi makanan khas Makassar, seperti cotto maksaar lengkap dengan burasnya, konro, kue lontar, gogos, dan lain-lain yang semuanya cocok di lidah saya hihi.

kalau kuliner di Malang tidak diragukan lagi kegemaran saya makan cilok, lalapan, dan inovasi kuliner dari mi dengan level tertentu, namun sekarang sudah semakin banyak dan lengkap baik makanan lokal maupun internasionalnya.

Di Bali juga unik dengan makanan khasnya berupa ayam betutu, ayam plecing, lontong pesor, rujak soto yang berasal dari Banyuwangi, nasi jinggo, dan lain-lain. hmmm sangat disayangkan jika belum mencoba, saya sempat waktu hamil ngidam pengen makan ayam betutu, namun baru usia 8 bulan kehamilan terealisasikan hahay.
Sedapnya Papeda

Steak Rusa Home Made

Cotto Makasar dan Buras

Ayam Betutu Bu Lia-Jembrana-Bali

Japanise Food, Salah Satu Kuliner Malang
Ketiga, Banyak bersyukur dan belajar survive di manapun. banyak hal yang terkadang lupa untuk kita syukuri saat semua kenikmatan telah jelas di depan mata. mungkin butuh penyesuaian diri bagi saya yang awalnya tinggal di Kota besar kemudian harus hijrah ke Papua Barat yang letaknya jauh dari pusat kota berunah panggung yang terbuat dari kayu, dan sekarang tinggal di Kota kecil yang sepi. ada suka maupun duka, bukan bermaksud untuk membanding-bandingkan namun sebagai pengalaman berharga yang akan saya syukuri dan saya kenang selamanya. 

Ketika tinggal di Papua Barat yang minim air bersih dan listrik hanya 6 jam dalam sehari menyadarkan saya akan pentingnya kedua sumber energi tersebut dan betapa bersalahnya saya saat tinggal di Jawa dan Bali dengan leluasa mendapatkan keduanya namun menghambur-hamburkan keduanya hingga terjadi pemborosan energi. Alhamdulillah saya dan suami mampu untuk menjalani semuanya.

Suasana Aranday-Papua Barat

Suasana Jembrana-Bali

Malang nan Sejuk
Keempat, mendapat pengalaman menjadi guru di berbagai daerah. Perjalanan karir saya di awali menjadi guru di SD Muhammadiyah 9 Malang mengajar anak kelas dua yang lucu dan aktif mempelajari hal baru, kemudian hijrah menjadi guru SD Inpres HTI Aranday-Papua Barat mengajar kelas empat yang mana menerapkan sekolah gratis, kemudian sekarang mengajar di MTs Al Hikmah Cupel-Bali. setiap tempat saya mengajar ada kekurangan dan kelebihan masing-masing, ada tantangan dan dukungan yang berbeda. namun Bismillah saya akan menjalaniya dengan ikhas.

Saya dan SD Muhammadiyah 9 Malang
Murid di Papua Barat

Saya dan MTs Al Hikmah Cupel-Bali

Kelima, Hidup saya warna warni dan bervariasi. Berpindah-pindah tempat menjadikan hidup saya tidak seperti biasanya, banyak hal baru yang belum pernah saya alami dan hanya di bayangan saja kemudian terlihat nyata. bersyukur pernah memijakkan kaki di berbagai tempat meskipun belum sebanyak Tim My Trip My Adventure hehe.

Keenam, Belajar ragam bahasa dari berbagai daerah. ini yang menarik buat saya, karena dimanapun saya berada muda sekali terpengaruh dalam penggunaan bahasa atau logat setempat namun susah menghilangkan logat jawa saya alias "medok", sehingga aneh kalau didengarkan. setiap daerah memiliki bahasa lokal masing-masing. kalau di Papua Barat bahasanya ditukar-tukar atau di balik, contohnya "baju saya" diucapkan dengan "saya punya baju atau sa pu baju" sehingga ketika saya mengajarkan Bahasa Indonesia harus ekstra da juga awalnya saya tidah paham, ada juga bahasa lokalnya namun tetap Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

Di Bali tempat saya tinggal lebih ke logat melayu daripada bahasa lokal Bali. sayapun harus menyesuaikan diri dan pelan-pelan belajar memahami. seperti, melllihat jadi tengok, aku jadi awak, ngobrol jadi megesah, kemarin jadi semalam, selesai jadi ndur, kapan jadi bile,dan lain-lain. asyik kan?

Begitulah enam hikmah yang bisa saya dapatkan, yuk temukan pengalaman-pengalaman reader berada atau merasakan kehidupan lintas negara, lintas pulau, atau lintas kota, pasti ada keunikan masing-masin yang akan membuat kita rindu untuk merasakan kembali ^_^










4 komentar:

HM Zwan mengatakan...

iya,setuju bangetttt sama semuanyaa...merantau atau pindah pindah itu menyenangkan bangett,sekarnag saya lagi rantau di Siak,sebelumnya di Batam^^

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

Mbak HM Zwan : asyik ya mbak...wah saya penasaran pengen ke Sumatera, Kalimantan,dan Pulau Jawa yang lain...hehe. menantikan Allah akan melabuhkan hati kami di Kota yang mana. mkasih dah mampir ya mbak ^_^

Sebyar 2020 mengatakan...

Blog pribadi yang keren, gak nyangka bisa liat sebagian foto dari pedalaman sebyar, salam dari kami anak sebyar juga...
Sehat selalu ya mbak buat keluarganya jg buat Pak Ifan

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

Sebyar2020: ini siapa kah? syiiip..slalmat berkarya juga ya..krna lewat tulisan kenangan tidak akan hilang..salam juga buat yang di sebyar ya ^_^