Minggu, 29 Oktober 2017

Mengenal Angka dengan Cara Menebali

Menebali Angka Dua
Semenjak Fafa mogok pergi sekolah, saya berinisiatif untuk mengajarinya di rumah setiap malam setelah shalat maghrib berjama'ah dan menghafal ayat pendek, tentunya tanpa paksaan ya. Kalau pas mood lanjut pas tidak mood ya berhenti.

Biasanya saya mengajak bernyanyi, bercerita, menghafal doa atau ayat pendek, menyampaikan beberapa istilah yang belum difahami, mewarnai, berhitung, dan menebali. Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya bukan sembarang kegiatan tanpa nilai manfaat, karena dalam mengenalkan sesuatu kepada anak Balita harus dengan berbagai macam metode supaya tidak bosan. 

Nah, kali ini saya akan bercerita tentang kegiatan Fafa dalam menebali angka. Saya sengaja belum mengajarkan huruf karena semua harus pelan-pelan dan bertahap. Jadi saya hanya mengenalkan angka 0-10 terlebih dahulu. Satu hari satu angka, awalnya hanya mau menebali angka 1 dan 7 karena paling gampang menurut dia dan paling mogok saat menuliskan angka 10 😅, akan tetapi hari berikutnya dia mulai mau menuliskan angka yang lain. 

Setelah seminggu,  hasilnya dia bisa menyebutkan angka 0, 1, 2, 3, dan 7 meskipun belum mau menuliskannya,  hanya sebatas angka 0, 1, 2, 7 namun saya acungi jempol dengan usahanya.  Saya yakin seiring bertambah usianya dia akan mudah memahaminya. 

Kegiatan menebali angka memiliki beberapa manfaat, antara lain: 
  1. Meningkatkan stimulus motorik halus anak dengan cara menghubungkan antar titik menjadi garis dan membentuk angka, huruf, atau benda yang dikehendaki. 
  2. Mengajarkan anak untuk mengenal angka, huruf, atau benda secara tekstual. 
  3. Melatih konsentrasi dan koordinasi antara otak, mata, dan tangan.  Fafa serius sekali kalau asyik menebali. 
  4. Melatih anak memegang pensil dengan baik dan benar. 
  5. Meningkatkan daya ingat terhadap angka, huruf, dan benda yang mereka tebali dengan cara melakukannya secara berulang. 
Kegiatan menebali hanya satu dari sekian metode untuk mengenalkan angka, huruf, dan benda-benda di lingkungan anak, jadi saya dan ibu-ibu yang lain bisa menggunakan plastisin, pasir, gambar, lego, karpet bongkar pasang, dan lain-lain yang penting anak senang tanpa paksaan. Mudah dan murah kalau bagi saya ^_^

Membuat Layangan Balon dengan Mata, Hidung, Mulut


2 komentar:

Nur Azizah Perwitasari mengatakan...

Siip.. semangat mengajari sang buah hati. Semoga lancar dan sukses selalu di sana

Zaqia Nur Fajarini mengatakan...

Aminnnn..... Buat reminder n kenangan saat fafa sudah dewasa nanti 😊